Tren NFT sebagai Aset Digital akan Meningkat di 2022

2022-01-01T20:10:52.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

mata uang kripto ethereum
Mata uang kripto ethereum.

JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) dan COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda menilai minat masyarakat pada Non Fungible Token (NFT) akan meningkat di 2022.

"Tren non fungible token  semakin meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini karena minat masyarakat untuk memperjual-belikan aset dan karya seni digital melalu NFT
semakin tinggi, seiring dengan pengetahuan mereka soal manfaatnya dan peluang pada pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital," dalam keterangan resmi, Jumat (31/12/2021).

Tren investasi NFT mengalami kenaikan di 2021, tidak heran jika di 2022 investasi jenis ini akan semakin berkembang karena akan banyak marketplace NFT yang bermunculan di tahun depan. 

Data dari DappRadar menunjukkan pada kuartal III 2021 penjualan NFT mencapai US$ 10,7 miliar atau setara dengan Rp152,6 triliun (kurs dollar Rp14.267 JISDOR) di seluruh dunia.

"Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru. Belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya, meski begitu jika dilihat dari pasar semakin mature. Dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan salah satunya TokoMall by Tokocrypto," kata Teguh.

Lebih lanjut, Head of TokoMall Thelvia Vennieta mengatakan, sejak diluncurkan pada Agustus 2021 TokoMall telah memiliki 10 ribu kolektor, 60 mitra resmi dan lebih dari 8 ribu NFT.

Pada 2022 mendatang pihaknya memiliki sejumlah konsep dan fitur baru untuk menumbuhkan pasar NFT di Indonesia.

"TokoMall sekarang itu masih early stage. Kita baru launching itu di pertengahan Agustus, masih banyak hal yang harus kita improve,"kata Thelvia. (*)

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Adinda Purnama Rachmani pada 31 Dec 2021