Simak Tips OJK agar Terhindar dari Modus Social Engineering

2022-09-12T05:55:50.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Yunike Purnama

Ilustrasi kejahatan Social Engineering
Ilustrasi kejahatan Social Engineering

BANDAR LAMPUNG - Tak hanya memberikan kemudahan, era digital juga telah membuat berbagai modus penipuan dan kejahatan terus berkembang pesat. Salah satunya modus yang tengah marak di masyarakat adalah Social Engineering.

Social engineering atau rekayasa sosial merupakan teknik penipuan dengan memanipulasi psikologis korban.

Dalam modus ini biasanya si korban dibuat senang atau panik, sehingga tanpa sadar data pribadi korban pindah ke tangan pelaku yang sering berpura-pura sebagai pegawai suatu bank. Imbasnya, rekening tabungan korban bakal terkuras tanpa disadarinya. Lalu bagaimana cara kita menghindari social engineering?

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi akan membagikan tipsnya.

Pertama, jangan pernah mengumbar data pribadi kita kepada siapapun apalagi di dunia maya, kan kadang ada yang ngeposting KTP, nama ibunya, dan NIK," ujar Kiki, sapaan akrab Friderica.

Selanjutnya, kata Dia, manfaatkan fasilitas notifikasi transaksi yang ditawarkan perbankan. Notifikasi ini penting untuk mengetahui transaksi keluar masuknya dana di rekening pribadi kita. sehingga bila ada transaksi keluar yang mencurigakan ada notifikasi yang masuk dari bank tempat kita membuka rekening.

Yang ketiga, konsumen dapat mengaktifkan two step verification masuk ke aplikasi perbankan, misalnya PIN dan sidik jari.

"Jadi itu sih sebenarnya, yang penting jangan kita ngumbar data pribadi kita dan jangan cepat percaya untuk mengumbar data kita kepada siapapun karena sangat bahaya sekali. Karena kita rentan ya di dunia yang modern ini semua serba cepat dan mudah tapi risikonya juga besar," imbuhnya.

Kiki menjelaskan, social engineering sebenarnya teknik yang sudah lama beredar cuma yang membuat ini menjadi sesuatu yang demikian besar karena kita hidup di era digital yang memberikan kemudahan yang luar biasa.

Adapun salah satu teknik social engineering ini ialah seperti sms yang dahulu sering masuk ke handphone kita yang memberitahukan bahwa kita menjadi pemenang hadiah mobil dan lain-lain. Untuk menukarkan hadiah, pelaku meminta korban memberikan data-data pribadinya. Seiring kemajuan teknologi, pelaku pun kini tidak hanya mengandalkan sms, tetapi menggunakan sosial media calon korban.

"Dengan perpaduan antara penipuan social enginering dan era digital ini dampaknya menjadi luar biasa. Jadi banyak sekali masyarakat yang terkena korban karena mereka tidak sadar kalau mereka sedang menjadi korban penipuan social engineering. Modus yang biasa digunakan, mereka itu kan menggunakan saat kita belum bisa berpikir secara rasional dan yang menariknya lagi ini tidak terkena hanya pada mereka yang tingkat edukasinya rendah, orang yang melek keuangan saja bisa kena. Dan banyak tanpa sadar memberikan kode OTP," jelasnya. (*)