Inflasi Produsen AS Naik di Atas Ekspektasi, Rupiah Berpotensi Kembali Loyo

2023-08-14T11:42:03.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Nilai kurs rupiah berpotensi untuk loyo lagi pada perdagangan hari ini setelah inflasi produsen Amerika Serikat (AS) pada periode Juli 2023 tercatat naik melebihi ekspektasi.
Nilai kurs rupiah berpotensi untuk loyo lagi pada perdagangan hari ini setelah inflasi produsen Amerika Serikat (AS) pada periode Juli 2023 tercatat naik melebihi ekspektasi.

JAKARTA - Nilai kurs rupiah berpotensi untuk loyo lagi pada perdagangan hari ini setelah inflasi produsen Amerika Serikat (AS) pada periode Juli 2023 tercatat naik melebihi ekspektasi.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Senin, 14 Agustus 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 56 poin di posisi Rp15.275 per dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Jumat, 11 Agustus 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 34 poin di level Rp15.219 per dolar AS.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah masih berpeluang melanjutkan pelemahan hari ini.

Menurutnya, faktor yang dapat mendorong rupiah untuk melemah hari ini di antaranya data inflasi indeks harga produsen (IHP) AS yang dirilis Jumat, 11 Agustus 2023.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan IHP pada Juli 2023 meningkat 0,8% secara tahunan, lebih tinggi dari kenaikan 0,1% pada Juni 2023. Angka yang dilaporkan itu pun melebihi ekspektasi pasar 0,7% secara tahunan.

Dengan kenaikan tersebut, imbal hasil obligasi AS pun semakin menguat setelah sebelumnya kenaikannya sudah didorong oleh penurunan peringkat utang negeri Paman Sam.

Kemudian, naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang didorong oleh kenaikan inflasi ini pun pada gilirannya memperkuat posisi dolar AS terhadap mata uang lainnya.

"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring dengan naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS," ujar Ariston kepada TrenAsia jaringan Kabarsiger Senin, 14 Agustus 2023.

Selain itu, sentimen negatif untuk rupiah pun datang dari berita mengenai potensi gagal bayar dari perusahaan properti China dan juga tembakan peringatan kapal perang Rusia terhadap kapal kargo yang berusaha masuk ke Laut Hitam dan dapat memicu gangguan pada rantai pasok lagi.

Kondisi yang disebutkan di atas pun dapat mendorong pelaku pasar untuk kembali mengamankan asetnya di instrumen safe haven seperti dolar AS sehingga kurs rupiah pun berpeluang untuk melemah pada hari ini.

Menurut Ariston, untuk perdagangan hari ini, nilai kurs rupiah berpotensi melemah ke arah Rp15.250 per-dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp15.200 per-dolar AS. (*)