Wagub Jihan Nurlela Groundbreaking Tiga Ruas Jalan di Pringsewu
Redaksi Daerah - Kamis, 21 Mei 2026 22:07
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan groundbreaking pembangunan tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu, yakni ruas Kalirejo–Pringsewu, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara. Kegiatan groundbreaking dipusatkan di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (21/5/2026). (sumber: Adpim Pemprov Lampung)PRINGSEWU — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan groundbreaking pembangunan tiga ruas jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu, yakni ruas Kalirejo–Pringsewu, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara. Kegiatan groundbreaking dipusatkan di Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, Kamis (21/5/2026).
Groundbreaking tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam merealisasikan perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari program prioritas pembangunan jalan dan jembatan tahun 2026.
Wagub Jihan mengatakan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Lampung meskipun di tengah tantangan penyesuaian anggaran dan pengurangan dana transfer daerah dari pemerintah pusat.
“Pak Gubernur dengan komitmennya tetap mengupayakan agar program prioritas tetap berjalan. Alhamdulillah, program tersebut masih berjalan dan cukup progresif pada tahun 2026 ini,” ujarnya.
Jihan mengungkapkan pembangunan ruas jalan provinsi pada 2026 hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia juga menyampaikan bahwa tingkat kemantapan jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu saat ini telah mencapai sekitar 87,86 persen. Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan seluruh ruas jalan provinsi di daerah tersebut mencapai kondisi mantap 100 persen pada akhir 2029.
“Insyaallah pada akhir 2029 tingkat kemantapan jalan provinsi di Pringsewu bisa mencapai 100 persen,” katanya.
Jihan menegaskan bahwa persoalan drainase menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, kerusakan jalan sering kali dipicu oleh saluran air yang tidak berfungsi dengan baik sehingga menyebabkan genangan di permukaan jalan.
“Yang namanya aspal itu musuhnya air. Karena itu, drainasenya harus dijaga bersama-sama,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat, pemerintah pekon, hingga pelaku usaha ikut menjaga kondisi jalan, termasuk tidak menutup saluran drainase untuk kepentingan parkir serta memperhatikan batas muatan kendaraan angkutan.
Khusus di Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp35,2 miliar untuk pembangunan tiga paket jalan provinsi dengan total panjang penanganan sekitar 3,8 kilometer.
Ketiga paket tersebut meliputi ruas Kalirejo–Pringsewu, Pringsewu–Pardasuka, dan Pardasuka–Sukamara.
Ruas Kalirejo–Pringsewu menjadi paket terbesar dengan panjang penanganan efektif 2,7 kilometer dan nilai kontrak Rp23,978 miliar menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton.
Sementara itu, ruas Pringsewu–Pardasuka ditangani sepanjang 600 meter dengan nilai kontrak Rp5,753 miliar menggunakan rigid pavement. Adapun ruas Pardasuka–Sukamara dibangun sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp3,905 miliar menggunakan flexible pavement atau aspal.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M. Taufiqullah mengatakan seluruh ruas jalan provinsi di Kabupaten Pringsewu mendapatkan penanganan pada tahun ini.
“Ini luar biasa. Tidak semua kabupaten seluruh ruas jalannya diperbaiki. Di Kabupaten Pringsewu, ketiga ruas jalan provinsi mendapatkan penanganan,” ujarnya.
Ia menjelaskan ruas Kalirejo–Pringsewu memiliki tingkat lalu lintas yang cukup padat dengan volume kendaraan mencapai sekitar 12.000 kendaraan per hari.
Karena itu, pemerintah memilih konstruksi beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan angkutan hasil pertanian dan industri.
“Nanti panjang rigid pavement yang akan dibangun mencapai 2.700 meter dengan lebar enam meter beserta bahu jalan,” ungkapnya.
Menurut Taufiqullah, pembangunan tidak hanya berfokus pada badan jalan, tetapi juga mencakup perbaikan sistem drainase dan gorong-gorong untuk mendukung irigasi pertanian di sekitar lokasi.
Ia menilai perbaikan drainase sangat penting untuk menjaga ketahanan jalan dari genangan air.
Sementara itu, Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengapresiasi dimulainya pembangunan tiga ruas jalan tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Semoga ke depan UMKM semakin berkembang dan ekonomi masyarakat meningkat sehingga kebutuhan masyarakat dapat lebih terpenuhi dengan adanya perbaikan jalan ini,” pungkasnya. (pl)

