PLN Nyalakan Listrik di Tujuh Desa, Rasio Desa Berlistrik Lampung Meningkat

Redaksi Daerah - Jumat, 12 Juni 2026 08:42
PLN Nyalakan Listrik di Tujuh Desa, Rasio Desa Berlistrik Lampung MeningkatUntuk mendukung penyalaan listrik di tujuh desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 40,44 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 75,72 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 2.300 kVA. (sumber: PLN UID Lampung)

BANDAR LAMPUNG – PLN UID Lampung melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Lampung berhasil menyalakan listrik di tujuh desa di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya memperluas akses energi dan meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB).

Penyalaan listrik tersebut menjadi langkah nyata PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang lebih merata hingga ke wilayah yang memiliki tantangan geografis.

Tujuh desa yang menjadi lokasi program meliputi Desa Sindang Anom, Desa Sadar Sriwijaya, Desa Air Naningan, Desa Hujung, Desa Sidorejo, Desa Atar Lebar, dan Desa Giri Mulyo. Kehadiran infrastruktur kelistrikan di desa-desa tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas ekonomi daerah.

Program tersebut dilaksanakan melalui dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang dialokasikan untuk percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Dengan selesainya pembangunan di tujuh desa tersebut, PLN UID Lampung berhasil memenuhi seluruh target pembangunan yang ditetapkan dalam program peningkatan akses dan layanan listrik bagi masyarakat.

Manajer UP2K Lampung, I Putu Kesama, melalui siaran remsi, Jumat (12/6/2026), mengatakan proses pembangunan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perizinan hingga kondisi medan yang cukup sulit. Namun, berkat dukungan pemerintah daerah, aparat setempat, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target.

Untuk mendukung penyalaan listrik di tujuh desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 40,44 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah sepanjang 75,72 kms, serta gardu distribusi dengan total kapasitas 2.300 kVA.

Infrastruktur yang dibangun tersebut berpotensi melayani hingga 387 pelanggan di wilayah penerima manfaat.

Menurut Putu, kehadiran listrik yang andal tidak hanya memberikan penerangan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan, layanan publik, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi dan usaha produktif masyarakat.

“Kehadiran listrik diharapkan dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa-desa penerima manfaat,” ujarnya.

PLN juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile sebagai kanal resmi layanan kelistrikan. Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengakses berbagai layanan, seperti pemasangan baru, penambahan daya, pembelian token listrik, pembayaran tagihan, hingga penyampaian pengaduan gangguan.

Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang berkelanjutan, PLN UID Lampung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan merata guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah di Provinsi Lampung. (*)

Editor: Chairil Anwar
Tags PLN UID LampungBagikan
Redaksi Daerah

Redaksi Daerah

Lihat semua artikel

RELATED NEWS