SMPN 26 Bandar Lampung Atasi Limbah Plastik lewat Inovasi Siger Betik
Eva Pardiana - Sabtu, 25 Juli 2026 20:48
SMP Negeri 26 Bandar Lampung menghadirkan inovasi Siger Betik (Siswa Bergerak Benahi Sampah Plastik). (sumber: Kabar Siger)BANDAR LAMPUNG – SMP Negeri 26 Bandar Lampung menghadirkan inovasi Siger Betik (Siswa Bergerak Benahi Sampah Plastik) sebagai upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah plastik berbasis partisipasi seluruh warga sekolah. Program ini mendorong siswa untuk membiasakan diri mengurangi, memilah, mengumpulkan, dan memanfaatkan sampah plastik agar memiliki nilai guna sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan berkelanjutan.

Kepala SMP Negeri 26 Bandar Lampung Sunarto mengatakan bahwa Siger Betik tidak hanya berfokus pada penanganan sampah plastik, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter peserta didik. "Siger Betik kami rancang sebagai gerakan bersama yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Melalui program ini, siswa belajar bertanggung jawab, berkolaborasi, dan berkreasi dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya di ruang kepala sekolah, Selasa (21/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, siswa menjadi motor penggerak program dengan membiasakan membawa, memilah, dan mengumpulkan sampah plastik dari aktivitas sehari-hari di sekolah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya untuk dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai guna dengan pendampingan guru dan tenaga kependidikan.
- Wamenbud Apresiasi Hari Nyeruit Nasional dan Kompetisi The Next Local Hero
- Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan di Hari Anak Nasional
- Perta Arun Gas Antar Indonesia Jadi Hub Re-Ekspor LNG Terbesar Dunia
Ketua OSIS SMP Negeri 26 Bandar Lampung M. Gibran Putra Maulana menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, Siger Betik mendorong siswa lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. "Kami ingin menunjukkan bahwa sampah plastik bukan hanya limbah, tetapi dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat jika dikelola bersama. Program ini juga mengajak seluruh siswa menjadi bagian dari solusi bagi lingkungan," katanya.
Melalui Siger Betik, SMP Negeri 26 Bandar Lampung berharap mampu menciptakan budaya sekolah yang ramah lingkungan, mengurangi timbulan sampah plastik, serta melahirkan generasi yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. (*)

