Pertamina Marine Engineering Fokus Garap Bisnis Jasa Bawah Air

Yunike Purnama - Jumat, 04 November 2022 11:49
Pertamina Marine Engineering Fokus Garap Bisnis Jasa Bawah AirPT PME memiliki kekuatan secara kompetitif dan diakui established pada bisnis jasa bawah air (under water service). (sumber: PT PME)

JAKARTA - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) Group melakukan rebranding terhadap anak perusahaan. 

Salah satunya yaitu Peteka Karya Jala (PKJ) yang bergerak di bidang dredging, salvage, under water services, waste management, fresh water provider, dan EPC.

Anak usaha ini kini berubah menjadi Pertamina Marine Engineering (PME). Proses rebranding dan restrukturisasi bisnis berlangsung sejak 2021.

Direktur Pertamina Marine Engineering (PME) Yada Prawira Ganta menyatakan PME memiliki kekuatan secara kompetitif dan diakui established pada bisnis jasa bawah air (under water service).

“Kami sudah mengantongi izin usahanya, memiliki peralatannya secara lengkap, dan juga pengalaman menggarap unit bisnis ini. Terutama kami memiliki para penyelam handal,” jelas dia dalam keterangannya dikutip Jumat, 4 November 2022.

Dikatakan, jasa pelayanan bawah air merupakan unit bisnis yang dikembangkan di lingkungan internal Pertamina. Itu sebabnya pihaknya memahami seluk beluk operasional, dengan segala infrastruktur yang disediakan Pertamina. Demikian juga dengan unit bisnis dredging (pengerukan) yang kebutuhannya cukup banyak saat ini.

“Kami sudah memahami bagaimana jalinan jejaring (network)nya, termasuk juga mitra kerja yang kredibel dan biasa bekerja sama di lingkungan perkapalan,” tutur Yada yang sejak 2007 berkarir di Pertamina.

Proses rebranding ini berlangsung sejalan dengan perpindahan bisnis dari anak usaha grup PTK yang sebelumnya dikelola oleh Peteka Karya Tirta (PKT) kepada PME di bidang bisnis penyediaan air baku (fresh water). Secara bertahap PME tengah mempersiapkan bisnis pengelolaan berbagai limbah dari kapal tanker.

“Salah satu target kami dalam pengelolaan limbah dapat mengedepankan kerjasama strategis, yaitu dengan menggandeng partner usaha yang kompeten dan berpengalaman lebih banyak. Dengan peluang pasar cukup besar, serta pengalaman kami, lokasi usaha yang tersedia, nantinya tinggal melengkapi sarana peralatannya melalui kerjasama kemitraan ataupun konsorsium,” lanjut dia.

Ini menjadi strategi korporasi mengingat di lingkungan wilayah kerja Pertamina, area terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Itu sebabnya perusahaan perlu melengkapi divisi bisnis ini dengan infrastruktur pendukung di bidang pengelolaan limbah, baik dengan mengembangkan kelengkapannya, termasuk berinvestasi secara menyeluruh maupun parsial. (*)

Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS