Muncul Wabah Misterius Flu Tomat pada Anak-Anak India

Yunike Purnama - Kamis, 25 Agustus 2022 08:19
Muncul Wabah Misterius Flu Tomat pada Anak-Anak India  Muncul wabah flu tomat atau tomato flu yang menyebar pada anak-anak di India. (sumber: Freepik)

INDIA - Setelah Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahrial mengumumkan bahwa terdapat satu orang pasien yang telah terkonfirmasi terkena cacar monyet atau monkeypox.

Sebelumnya, wabah cacar monyet juga telah ditetapkan menjadi Status Darurat Kesehatan Global sejak 2022 oleh WHO. Meski begitu, kini justru muncul wabah flu tomat atau tomato flu yang menyebar pada anak-anak di India.

Seperti yang dilansir dari laman The Independent, lebih dari 82 anak yang berusia di bawah lima tahun dan sebagian besar tinggal di negara bagian India selatan telah dilaporkan terkena infeksi oleh rumah sakit pemerintah setempat.

Kondisi yang dikenal sebagai demam tomat ini merupakan varian dari Penyakit Tangan dan Mulut (HFMD) akan tetapi para ilmuwan masih belum menemukan sifat pasti dari virus tersebut.

Para pejabat pemerintah setempat juga telah menjelaskan bahwa meskipun virus flu ini menunjukkan gejala yang mirip dengan infeksi virus lainnya, tapi tidak terkait dengan SARS-CoV-2, atau virus Corona, virus penyebab monkeypox, demam berdarah atau chikungunya.

Gejala awal dari demam tomat ini mirip dengan infeksi virus lainnya, termasuk demam ringan, nafsu makan yang buruk, malaise, dan sering sakit tenggorokan yang diikuti oleh demam, luka pada mulut dan muncul ruam di kulit. Luka tersebut biasanya ditemukan di lidah, gusi, bagian dalam pipi, telapak tangan dan telapak kaki.

Demam tomat mirip dengan infeksi virus lainnya, dengan gejala termasuk kelelahan, mual, muntah, diare, nyeri tubuh, dehidrasi, pembengkakan sendi, dan gejala seperti influenza.

Kasus flu ini pertama kali dilaporkan di distrik Kollam, negara bagian Kerala pada 6 Mei. Para pejabat mengatakan jika anak-anak menunjukkan gejala, mereka harus segera diisolasi selama 5-7 hari untuk mencegah penyebaran infeksi ke anak-anak lain atau orang dewasa.

Sampai sekarang, penasihat pemerintah India mengatakan bahwa tidak ada obat khusus penyakit yang tersedia untuk pengobatan. Orang dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan terapi suportif, termasuk mendapatkan parasetamol untuk meredakan demam dan sakit tubuh.

Mereka yang terinfeksi dapat mengisolasi diri, banyak istirahat dan minum cairan untuk pemulihan. Spons air panas dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi dan ruam, kata nasihat pemerintah India. (*)

Editor: Yunike Purnama
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS