Pemprov Lampung Rencana Kembangkan Desa Wisata Kampung Tapis
Yunike Purnama - Kamis, 28 Juli 2022 13:44
BANDARLAMPUNG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung Bertekad untuk mengembangkan Desa Wisata Kampung Tapis.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Lampung Kusnardi mengatakan untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut perlu adanya studi yang lebih dalam lagi.
"Sebelum di launching, perlu studi yang lebih dalam lagi untuk mengembangkan Desa Wisata Kampung Tapis ini." kata dia.
- Cek Harga Emas Antam di Pegadaian pada Kamis, 28 Juli 2022
- Dosen IIB Darmajaya Berikan Pelatihan Sulam Maduaro untuk Komunitas Difabel
- Lindungi Karya Ide, Kemenkop Dorong UMKM Daftarkan HKI
Menurut mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Holtikultura Pemprov Lampung ini, tapis sebagai budaya asli daerah harus dikembangkan, dijaga dan dilestarikan.
Salah satunya untuk menumbuh kembangkan budaya melalui program pariwisata. "Desa wisata ini merupakan salah satu cara untuk melestarikan tapis Lampung." ungkapnya dikutip dari JPNN.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung Elvira Umihanni mengatakan ada lima tujuan dan sasaran pembentukan Desa Wisata Kampung Tapis.
- Pemkot Bandar Lampung akan Bentuk Dinas Pemadam Kebakaran Terpisah dari BPBD
- Januari hingga Juli 2022, KAI Divre IV Tanjungkarang Salurkan TJSL Rp350 Juta
- Pemkot Bandar Lampung Kenalkan Menu Sehat Khas Daerah Lewat Lomba Memasak
Pertama, kata Elvira , pelestarian tapis sebagai warisan budaya dan kearifan lokal provinsi Lampung.
Kedua, pengembangan inovasi, diversifikasi dan kreativitas produk tapis Lampung untuk bertransformasi dari produk budaya menjadi produk ekonomi.
Ketiga, meningkatkan daya saing UMKM kerajinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Keempat, mengembangkan kerajinan tapis kepada generasi penerus agar lebih memasyarakat dan diminati
Kelima, mengembangkan desa wisata berbasis tapis sebagai destinasi wisata budaya dan pendidikan.
Elvira Umihanni juga menjelaskan bahwa Desa Wisata Kampung Tapis berada di tiga titik yakni Pekon Lugu Sari di Kabupaten Pringsewu yang memiliki 200 pengerajin.
"Pekon Way Sindi di Kabupaten Pesisir Barat yang memiliki 279 pengerajin, dan Pekon Sumber Mulyo di Kabupaten Tanggamus 30 IKM Tapis dan 30 IKM Tenun," bebernya. (*)