Jaga Ketahanan Pangan, Menteri BUMN Bentuk Sugar Co
Yunike Purnama - Selasa, 11 Oktober 2022 06:21
JAWA TIMUR - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berusaha menjaga ketahanan pangan dan energi di tengah ancaman ketidakpastian global.
Salah satu langkah nyata adalah melakukan transformasi PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Untuk meningkatkan produksi dan hilirisasi gula, Kementerian BUMN membuat terobosan dengan membentuk Sugar Co.
Menteri BUMN Erick Thohir menilai langkah ini sejalan dengan prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang selalu menekankan pembangunan ekosistem dan mengurangi ketergantungan atas rantai pasok dunia untuk sektor pangan dan energi.
- PHBI dan Puskes PTPN VII Gelar Program Santri Ngaji Kesehatan
- AKHI Lampung Tingkatkan Wawasan Calon Petugas Kesehatan Haji
- BMKG Maritim: Waspada Kecepatan Angin Tinggi di Perairan Teluk Lampung
“Fokus Sugar Co tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gula nasional, meningkatkan kesejahteraan petani tebu, menjaga stabilitas harga gula petani, tetapi juga menjadi produsen bioetanol yang merupakan produk turunan dari tebu sebagai campuran bahan bakar minyak,” kata Menteri Erick pada acara kick-off Revitalisasi Industri Gula Nasional untuk Ketahanan Pangan dan Energi di Kebun Tebu Temugiring, Mojokerto, Jawa Timur, Senin (10/10/2022).
Selain membentuk Sugar Co, PTPN juga melakukan langkah strategis dengan membentuk Palm Co untuk meningkatkan produksi dan hilirisasi kelapa sawit.
Adapun untuk pengembangan produk komoditas lainnya, dikelompokkan ke dalam payung Supporting Co. Dengan terbentuknya Sugar Co, maka payung usaha ini menjadi raksasa produsen gula di Tanah Air yang berhasil mengintegrasikan 7 perusahaan PTPN dan 2 cucu perusahaan.
- Rakercab DPC Hiswana Migas Lampung, Fokus Bahas Layanan Penyaluran BBM dan LPG Tepat Sasaran
- SPMT 1166 PPPK Guru di Bandar Lampung Mulai Dibagikan
- 12 PPPK Guru SMPN 1 Bandar Lampung Sudah Terima SPMT
Namun lebih dari itu, Sugar Co juga nantinya akan menjadi tulang punggung ketahanan pangan dan salah satu penggerak ketahanan energi nasional dengan produk bioetanol.
"Hari ini coba kita kick off, kita berharap revitalisasi industri ini dapat memenuhi kebutuhan gula nasional untuk jangka menengah dan panjang," lanjutnya. (*)