Harga Rumah Makin Mahal Tahun Depan
Yunike Purnama - Kamis, 15 September 2022 09:01
BANDAR LAMPUNG - Sebuah survei properti yang belum lama ini dilakukan memperlihatkan, setidaknya 80% responden percaya, harga rumah pada tahun depan akan naik karena efek inflasi.
Hasil survei yang dilakukan Rumah.com itu salah satunya dilatar belakangi kenaikan harga BBM. Hal ini seirama dengan data Kemenkeu yang menyebut, kenaikan harga BBM akan menyumbang inflasi sebanyak 1,9% ke inflasi tahun ini.
Angka ini membuat inflasi di akhir 2022 akan berada di kisaran 6,6–6,8%, meningkat dari target inflasi 2022 pemerintah sebelumnya sebesar 4–4,8%.
- Inflasi AS Masih Tinggi, The Fed Bakal Kerek Suku Bunga 100 Bps?
- 102 Daftar Pinjol Resmi OJK Terbaru per September 2022
- Meningkatkan Minat Belajar Anak Melalui Alat Permainan Edukatif Celengan Angka
"Jika terjadi kenaikan tingkat inflasi, 38% responden menyatakan akan menunda pembelian properti mereka, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Marine Novita, Country Manager Rumah.com, dikutip Kamis, 15 September 2022.
Sementara, 42% responden lainnya menganggap, harga rumah tidak akan banyak dipengaruhi inflasi.
Riset yang sama juga menunjukkan, jika terjadi kenaikan tingkat suku bunga, 2 dari 5 responden atau 40 persen menyatakan akan menunda pembelian properti mereka, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun demikian, proporsi responden dengan level yang sama menunjukkan kemungkinan tidak akan terpengaruh oleh kenaikan tingkat suku bunga.
Menurut Marine, kebijakan dan stimulus yang diberikan pemerintah dalam sektor properti, terutama kepemilikan rumah belum banyak membantu konsumen.
- Cek Harga Emas Antam di Pegadaian Kamis, 8 September 2022
- Mahasiswa Ancam Aksi Lebih Besar Jika Tidak Dapat Respon DPRD Bandar Lampung
- Cek Harga Emas Antam di Pegadaian Jumat, 9 September 2022
Hal ini didukung riset yang memperlihatkan, hanya 1 dari 6 responden atau 17 persen yang menyatakan telah mendapatkan manfaat dari skema subsidi perumahan dari pemerintah.
Selain itu, 47% responden juga mengaku belum pernah merasakan manfaat dari skema subsidi pemerintah dan tidak mengajukan permohonan untuk mendapatkan skema subsidi.
Bahkan, lebih buruk lagi, 14% responden menyatakan tidak mengetahui sama sekali tentang adanya skema subsidi dari pemerintah. (*)