Survei BI: Kegiatan Usaha Kuartal I-2022 Meningkat dan Diprediksi Terus Menumbuh

2022-04-18T05:20:28.000Z

Penulis:Chairil Anwar

Editor:Chairil Anwar

Pabrik Benang Tradisional - Panji 1.jpg
Pekerja memintal benang tali bugis di Pabrik Pemintal Benang Tradisional di Kebayoran Lama, Jakarta. Selain membuat tali bugis pabrik tersebut juga membuat benang PE, Nilon dan katun, benang yang dibuat secara tradisional tersebut untuk memenuhi pasar konveksi, umkm rajut dan toko bangunan, Rabu 8 Februari 2022. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia

JAKARTA — Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) dalam rentang kuartal I-2022. Dalam periode tersebut, ada indikasi peningkatan kegiatan dunia usaha selama tiga bulan pertama di tahun ini.

Hal tersebut tergambar dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 8,71%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan SBT pada periode yang sama tahun 2021 dengan nilai 7,10%. 

Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan peningkatan kinerja usaha terindikasi terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, khususnya subsektor tanaman bahan makanan. 

“Ini sejalan dengan pola historis musim panen serta sektor industri pengolahan seiring meningkatnya aktivitas industri dan mobilitas,” katanya dikutip dari keterangan resmi, Minggu, 17 April 2022.

Tidak hanya perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai selama triwulan pertama tahun ini juga tercatat sebesar 73,08%, meningkat dari 72,60% pada kuartal terakhir tahun lalu.

Bagi Erwin, penggunaan tenaga kerja terindikasi membaik walau masih berada dalam fase kontraksi. Sementara itu, kondisi keuangan dunia usaha terindikasi membaik dibandingkan dengan periode sebelumnya, khususnya dari aspek likuiditas, disertai akses pembiayaan yang lebih mudah.

Pada triwulan II-2022, lanjut dia, responden memperkirakan peningkatan kegiatan usaha berlanjut dengan SBT sebesar 23,24%. Peningkatan kegiatan usaha diprakirakan terjadi pada beberapa sektor utama. Di antaranya, sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan, hotel, dan restoran, didorong peningkatan aktivitas masyarakat seiring masuknya periode Idulfitri dan pelonggaran kebijakan mobilitas. (CA) 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Drean Muhyil Ihsan pada 18 Apr 2022