Rute Lampung–KL Bangkitkan Status Bandara Internasional

2026-02-12T18:01:52.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002545460.jpg
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meresmikan penerbangan perdana (inaugural flight) rute internasional Lampung–Kuala Lumpur di Bandara Internasional Radin Inten II, Kamis (12/2/2026).

LAMPUNG SELATAN – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meresmikan penerbangan perdana (inaugural flight) rute internasional Lampung–Kuala Lumpur di Bandara Internasional Radin Inten II, Kamis (12/2/2026). Peresmian ini menandai kembali beroperasinya status bandara internasional setelah sebelumnya tidak melayani penerbangan luar negeri.

Jihan mengatakan, pembukaan rute ini menjadi momentum kebangkitan Bandara Radin Inten II sekaligus langkah strategis memperkuat konektivitas Lampung dengan dunia internasional. Rute Kuala Lumpur dipilih sebagai pintu awal untuk mendorong pembukaan rute internasional lainnya.

“Hari ini menjadi momentum bangkitnya kembali Bandara Radin Inten. Penerbangan Lampung–Kuala Lumpur ini adalah langkah strategis awal yang akan menjadi stimulus bagi pengembangan rute internasional lainnya,” ujar Jihan.

Menurutnya, penerbangan internasional tidak hanya berdampak pada sektor komersial dan bisnis, tetapi juga membuka peluang besar bagi pelayanan ibadah umrah. Setiap tahun sekitar 24.000 jemaah umrah asal Lampung masih harus berangkat melalui Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Dengan adanya penerbangan internasional langsung, pemerintah berharap biaya dan waktu perjalanan masyarakat dapat ditekan. Selain itu, terdapat sekitar 8.000–8.600 pekerja migran asal Lampung di Malaysia. Jika memanfaatkan penerbangan langsung, potensi penghematan biaya diperkirakan mencapai Rp16 miliar per tahun, dengan asumsi penghematan rata-rata Rp2 juta per orang untuk perjalanan pulang-pergi.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menjelaskan, kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025 tentang Penetapan Status Bandara Udara Internasional. Status tersebut diperkuat rekomendasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Pertahanan.

“Secara administrasi seluruh persyaratan telah terpenuhi sebelum 8 Februari 2026, sehingga hari ini dapat dilaksanakan penerbangan perdana internasional,” kata Bambang.

Ia menambahkan, penerbangan perdana masih bersifat carter dan direncanakan menjadi reguler dua kali sepekan, setiap Senin dan Kamis. Pemerintah menargetkan layanan reguler sudah berjalan sebelum Lebaran 2026.

Bambang juga menegaskan penerbangan perdana tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Penerbangan carter didukung investor swasta, PT Bara, sebagai bentuk kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

CEO Regional III PT Angkasa Pura Indonesia Dwi Ananda Wicaksana menyebut Lampung merupakan bandara dengan trafik terbesar keempat di Sumatera dalam lingkup Region 3 Angkasa Pura setelah Pekanbaru, Palembang, dan Padang. Kuala Lumpur dinilai sebagai rute dengan trafik tinggi di Asia Tenggara dan memiliki potensi permintaan yang kuat untuk pariwisata, investasi, maupun mobilitas masyarakat.

“Kami siap mendukung dari sisi fasilitas, personel, serta pelayanan internasional. Jika demand terbukti kuat, akan menjadi dasar membuka rute reguler dan menarik maskapai lain,” ujar Dwi.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Putu Eka Cahyadi menambahkan, Kementerian Perhubungan memastikan kesiapan aspek keselamatan, keamanan, dan pemenuhan regulasi bandara internasional. Namun, keberlanjutan rute sangat bergantung pada permintaan pasar.

“Infrastruktur harus sejalan dengan penguatan demand. Kami siap mendukung, tetapi penggunaan oleh masyarakat menjadi kunci keberlanjutan rute ini,” kata Putu.

Provinsi Lampung memiliki sekitar 9,5 juta penduduk dengan kuota haji 5.827 orang dan masa tunggu mencapai 26 tahun. Pemerintah daerah menargetkan Bandara Radin Inten II ke depan dapat berkembang menjadi embarkasi haji penuh.

Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, Pemerintah Provinsi Lampung berharap konektivitas global meningkat serta sektor pariwisata dan ekonomi daerah semakin terdongkrak. (*)