BI Catat Perekonomian Lampung Tahun 2025 Tumbuh 5,28 Persen
Yunike Purnama - Sabtu, 07 Februari 2026 06:55
Pertumbuhan ekonomi Lampung secara kumulatif pada keseluruhan 2025 mencapai 5,28% (yoy). (sumber: Ist)BANDARLAMPUNG - Perekonomian Lampung pada triwulan IV 2025 tumbuh solid dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,54% (yoy), meningkat dibandingkan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy).
Secara nominal, perekonomian Lampung pada triwulan IV 2025 atas dasar harga berlaku dan atas dasar harga konstan (2010) masing-masing tercatat sebesar Rp135,95 triliun dan Rp74,24 triliun.
Sejalan dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Lampung secara kumulatif pada keseluruhan 2025 mencapai 5,28% (yoy), terakselerasi dibandingkan 4,57% (yoy) pada 2024.
Kepala KPw Bank Indonesia Lampung Bimo Epyanto mengatakan, "Pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan IV 2025 utamanya didukung oleh permintaan domestik, utamanya konsumsi rumah tangga dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 5,10% (yoy) dan 5,41% (yoy)".
- Jasa Raharja Gelar Aksi Nasional Glow Up Lingkungan
- Indosat dan Nokia Perkuat Literasi AI Lewat Program GENsi
- IBFEST Telkomsel Ajak Pelajar Jambi Level Up Skill Digital
- BPS Lampung Literasi Data Lewat Statistics Meets Students
Kinerja konsumsi rumah tangga meningkat seiring kenaikan permintaan dan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Natal dan Tahun Baru, sementara kinerja investasi atau Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) tetap kuat sejalan dengan realisasi penanaman modal dalam negeri maupun luar negeri yang tumbuh positif.
Dari sisi eksternal, kinerja ekspor Lampung tumbuh 2,55% (yoy), ditopang kenaikan permintaan luar negeri untuk komoditas gula dan kembang gula, hasil penggilingan, kopi, serta berbagai produk olahan minyak nabati.
Akselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung pada triwulan IV 2025 juga tercermin dari sisi lapangan usaha (LU), utamanya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan Besar dan Eceran (PBE) yang masing masing tumbuh tumbuh sebesar 5,65%; 6,54%; dan 3,97% (yoy). Kinerja LU Pertanian tumbuh positif sejalan dengan peningkatan produksi jagung dan tandan buah segar kelapa sawit.
Sementara itu, kinerja LU Industri Pengolahan menguat didukung kenaikan permintaan ekspor pada subsektor makanan dan minuman. Adapun kinerja LU Perdagangan Besar dan Eceran tetap kuat seiring meningkatnya permintaan domestik.
Sejalan dengan perkembangan di atas, maka pertumbuhan ekonomi Lampung pada keseluruhan tahun 2025 tercatat sebesar 5,28% (ctc), terakselerasi dibandingkan 4,57% (ctc) pada
tahun 2024. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh pemulihan permintaan domestik, khususnya konsumsi rumah tangga dan investasi.
Kinerja konsumsi rumah tangga pada tahun 2025 tumbuh sebesar 4,94% (ctc), didukung penguatan daya beli pekerja di sektor utama seiring pemulihan produksi LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan. Sementara itu, kinerja investasi tumbuh sebesar 5,28% (ctc) ditopang realisasi investasi swasta paca memudarnya ketidakpastian pada periode pemilu.
Dari sisi eksternal, kinerja net ekspor terkontraksi 57,99% (ctc), melambat dari tahun sebelumnya ditenggarai penurunan permintaan ekspor antar daerah seiring normalisasi produksi komoditas dalam negeri.
Bank Indonesia memandang kinerja perekonomian Provinsi Lampung yang positif akan berlanjut, meskipun sejumlah risiko tetap perlu diwaspadai. Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi
Lampung diprakirakan meningkat pada kisaran 5,0 – 5,6%, didukung oleh penguatan permintaan domestik serta permintaan eksternal yang tetap terjaga.
Dari sisi lapangan usaha, berlanjutnya penguatan kinerja perekonomian Lampung diprakirakan ditopang oleh tetap kuatnya kinerja LU utama, khususnya LU Pertanian, Kehutanan dan Perikanan seiring berlanjutnya sinergi program intensifikasi pertanian oleh Pemerintah Pusah dan Daerah.
Selain itu, kinerja LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan Besar dan Eceran juga berpotensi meningkat, didorong oleh optimalisasi hasil ekspansi usaha sepanjang 2025, serta tetap kuatnya permintaan domestik dan arus perdagangan komoditas antar daerah.
Ke depan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga momentum
pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

