Bupati Egi Targetkan Balinuraga Jadi Desa Wisata Budaya pada 2027

Eva Pardiana - Jumat, 07 Agustus 2026 17:12
Bupati Egi Targetkan Balinuraga Jadi Desa Wisata Budaya pada 2027Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama saat menghadiri prosesi Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Jumat (7/8/2026). (sumber: Diskominfo Lamsel)

LAMPUNG SELATAN – Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menargetkan Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, menjadi desa wisata budaya pada 2027 dengan konsep yang terinspirasi dari Desa Penglipuran, Bali.

Target tersebut disampaikan Egi saat menghadiri prosesi Ngaben Massal di Desa Balinuraga, Jumat (7/8/2026). Dalam kesempatan itu, Egi mendapat kehormatan diarak di atas bade setinggi sekitar 24 meter sebagai simbol penghormatan masyarakat adat kepada pemimpin daerah.

Momen tersebut menjadi yang pertama bagi Bupati Lampung Selatan dan dinilai sebagai bentuk eratnya hubungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dengan masyarakat adat yang konsisten menjaga tradisi warisan leluhur.

Di hadapan masyarakat, Egi menyampaikan Balinuraga memiliki potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata budaya unggulan. Namun, hal itu membutuhkan kekompakan masyarakat serta komitmen untuk menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budaya.

"Kalau kita sepakat, insyaallah tahun 2027 Balinuraga akan saya jadikan desa wisata seperti Desa Penglipuran di Bali. Syaratnya satu, masyarakat harus tetap kompak menjaga kebersihan, keamanan, keindahan, dan kelestarian budayanya," kata Egi.

Egi mengaku pengalaman menaiki bade raksasa tersebut menjadi momen yang berkesan. Ia menyebut prosesi tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti prosesi adat serupa.

"Saya merasakan pengalaman yang luar biasa. Ini pertama kalinya saya mengikuti prosesi seperti ini. Perasaan saya campur aduk antara haru, bangga, dan bahagia. Saya sangat mengapresiasi masyarakat Desa Balinuraga yang terus menjaga tradisi dan budaya ini," ujarnya.

Menurut Egi, kekayaan budaya yang masih terpelihara, semangat gotong royong, serta kepedulian masyarakat terhadap adat istiadat menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya.

Potensi tersebut dinilai tidak hanya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas Kabupaten Lampung Selatan sebagai daerah yang memiliki keberagaman budaya.

Untuk mendukung rencana tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan siap memberikan dukungan melalui peningkatan infrastruktur menuju desa, penataan kawasan, serta penguatan ekosistem pariwisata.

Namun, Egi menegaskan pembangunan desa wisata membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan, keamanan, keindahan desa, dan kelestarian budaya.

"Kalau Balinuraga menjadi desa wisata, akses jalannya akan kita perbaiki, lingkungannya dipercantik. Tetapi pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan pelestarian budaya bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Balinuraga, tetapi merupakan aset berharga Lampung Selatan yang memiliki nilai strategis sebagai daya tarik wisata sekaligus warisan yang harus dijaga lintas generasi.

Sementara itu, Wayan Mantra, salah seorang panitia yang terlibat dalam pembangunan bade, mengatakan pengarakkan Bupati Lampung Selatan di atas bade merupakan bentuk penghormatan tertinggi masyarakat adat kepada pemimpin daerah yang dinilai memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya.

"Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Bupati bersama jajaran kami arak di atas bade sebagai simbol penghormatan masyarakat adat sekaligus menjadi kebanggaan bagi masyarakat Desa Balinuraga," ujar Wayan Mantra.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Egi didampingi Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Ketua PHDI Provinsi Lampung Dr. I Nyoman Setiawan, Camat Way Panji Raden Permata Marga, serta tokoh agama dan pemuka adat setempat.

Prosesi Ngaben Massal yang berlangsung meriah, penghormatan adat kepada kepala daerah, serta komitmen pengembangan desa wisata berbasis budaya menjadi bagian dari visi baru bagi Desa Balinuraga.

Balinuraga diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata budaya dan ikon baru Kabupaten Lampung Selatan. (ls)

RELATED NEWS