Peminat SNBP Unila Capai 25.058 Orang, Peringkat 4 Terbanyak Se-Sumatra

2023-03-29T08:13:36.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

snbp-unila.jpg
(Dari kiri) Humas Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila Fitra Dharma, Ketua PMB Unila yang juga Warek I bidang Akademik Dr. Suripto Dwi Yuwono, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila Dr. Anna Gustina Zainal pada konferensi pers Hasil SNBP di ruang sidang utama gedung rektorat setempat, Selasa, 28 Maret 2023.

BANDAR LAMPUNG – Peminat yang mendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di Universitas Lampung (Unila) tahun 2023 mencapai 25.058 calon mahasiswa atau naik 18 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 21.545.

"Artinya, Unila menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa lulusan SMA untuk mendaftar," ujar Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila yang juga Warek I bidang Akademik Dr. Suripto Dwi Yuwono didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Anna Gustina Zainal, dan Humas PMB Fitra Dharma pada konferensi pers Hasil SNBP di ruang sidang utama gedung rektorat setempat, Selasa, 28 Maret 2023.

Ia melanjutkan, regulasi PMB sendiri telah berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No. 48 tahun 2022 tentang PMB Diploma dan Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri. 

"Disini seleksi berdasarkan perstasi akademik dan nonakademik, dengan rincian pendaftar pilihan 1 sebanyak 13.070, pilihan II sebanyak 11.988, dan sebanyak 5.765 pendaftar merupakan pemilik KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah)," papar Suripto.

Unila masuk 20 besar nasional dengan peminat terbanyak, dan berada di peringkat 4 Sumatra. “Kenaikan peminat jalur SNBP Unila ini merupakan kepercayaan dari masyarakat, tidak hanya masyarakat Lampung, tetapi masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia,” tutur Suripto.

Pada tahun ini tercatat ada 17 provinsi asal pendaftar, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jambi, Riau, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, DI Yogyakarta, Aceh, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk keketatan jalur SNBP Unila cukup tinggi, yaitu 1:11, karena dari 25.058 pendaftar hanya 2.388 yang dinyatakan lolos SNBP. Rinciannya 2.329 orang dinyatakan lolos pada pilihan pertama, dan 59 orang dinyatakan lolos pada pilihan kedua.

“Dari jumlah yang lolos tersebut, sebanyak 860 calon mahasiswa merupakan pemilik KIP-K,” ujar Suripto.

Terkait jumlah penerima KIP yang turun dibanding tahun sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Anna Gustina Zainal menjelaskan kuota penerima KIP-K yang lolos jalur SNBP sebanyak 860 orang ditentukan oleh pusat.

“KIP ini yang menentukan pusat, ini adalah calon-calon mahasiswa yang memenuhi syarat secara akademis, tetapi kurang mampu secara ekonomi. Nah, jumlah 860 orang ini merupakan data sementara karena ini masih dari jalur SNBP saja, bisa jadi nanti calon mahasiswa pemilik KIP-K Unila akan bertambah dari jalur SNBT dan jalur mandiri,” jelas Anna.

Menurutnya, walaupun sudah ditentukan oleh pusat, pihak Unila juga akan melakukan verifikasi ulang dengan menurunkan tim untuk survei ke lapangan untuk memastikan para calon penerima KIP-K benar-benar tepat sasaran.

Humas PMB Unila Fitra Dharma menambahkan pada Prodi Saintek, Prodi Farmasi menjadi favorit pertama yang dipilih oleh 1.382 pendaftar, selanjutnya Prodi Pendidikan Kedokteran dipilih oleh 1.324 pendaftar, dan Prodi Teknik Informatika dipilih oleh 866 orang.

Sedangkan untuk Prodi Soshum, Prodi Manajemen memiliki peminat terbanyak yaitu 1.677 orang, lalu Prodi PGSD dipilih oleh 1.650, dan Prodi Hukum yang dipilih oleh 1.380.

Setiap prodi memiliki keketatan yang berbeda-beda, tiga prodi dengan keketatan tertinggi adalah Prodi Farmasi memiliki keketatan 1: 56, lalu Prodi Manajemen 1:40, dan Pendidikan Kedokteran 1:27.

“Yang menarik, dari 10 Prodi dengan keketatan tertinggi, Prodi Bisnis Digital masuk di 10 besar, padahal Prodi ini merupakan prodi baru yang mulai menerima mahasiswa perdana pada tahun ini,” kata Fitra. (*)