Lampung Perluas Peluang Studi dan Kerja ke Korea Selatan Lewat Vokasi

2026-06-30T18:23:53.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Lampung Perluas Peluang Studi dan Kerja ke Korea Selatan Lewat Vokasi.jpeg
Rapat Program Kelas Migran Vokasi yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (30/6/2026).

BANDAR LAMPUNG– Pemerintah Provinsi Lampung terus memperluas akses pendidikan dan peluang kerja internasional bagi generasi muda sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Program Kelas Migran Vokasi yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Selasa (30/6/2026).

Rapat tersebut membahas evaluasi pelaksanaan Program Kelas Migran Vokasi yang telah berjalan sekaligus peluang pengembangan kerja sama pendidikan dan vokasi ke Republik Korea bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork.

Dalam rapat dijelaskan bahwa Republik Korea saat ini menghadapi penurunan jumlah penduduk usia produktif sehingga membutuhkan tenaga kerja terampil dan mahasiswa internasional. Sejalan dengan kebijakan Study Korea 300K, Pemerintah Korea Selatan membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus bekerja secara legal selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kerja sama tersebut, Provinsi Lampung berpeluang mempersiapkan lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat untuk memperoleh pendidikan bertaraf internasional, meningkatkan kompetensi global, sekaligus membuka peluang karier profesional di Korea Selatan.

Dalam kesempatan itu, Jihan mengatakan Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya manusia yang besar. Setiap tahun terdapat sekitar 120 ribu lulusan SMA sederajat, namun hanya sekitar 45 ribu orang yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sementara sisanya belum banyak terserap di sektor formal.

"Harapan kita bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya. Kita akan menyiapkan skema bagi peserta yang berminat agar dapat memilih negara tujuan," ujar Jihan.

Menurutnya, pengembangan Program Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menekan angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung.

Jihan menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung menyambut baik peluang kerja sama tersebut dan siap menjajakinya lebih lanjut, tidak hanya di bidang pendidikan, tetapi juga sektor industri. Ia menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

"Kami menyambut peluang kerja sama ini dengan tangan terbuka dan siap menjajakinya lebih lanjut, bukan hanya di bidang pendidikan tetapi juga sektor industri. Yang perlu kita siapkan adalah sumber daya manusianya," katanya.

Melalui pengembangan Program Kelas Migran Vokasi, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan kualitas SDM yang kompetitif di tingkat global, perluasan akses pendidikan tinggi internasional, peningkatan kompetensi bahasa Korea dan keterampilan kerja, serta terbukanya peluang kerja di luar negeri yang legal, profesional, dan berkelanjutan.

Bagi peserta, program ini diharapkan memberikan kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Korea Selatan, bekerja secara legal selama masa studi, memperoleh sertifikasi kompetensi internasional, hingga membuka peluang mendapatkan Visa Kerja Profesional (E-7) sesuai persyaratan yang berlaku.

Melalui rapat tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia guna menciptakan generasi muda yang unggul, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global. (pl)