IMF Sebut Dunia Bisa Untung Rp1,12 Kuantiliun Bila Hentikan Penggunaan Batu Bara

2022-06-07T07:33:34.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

Coal barges are pictured as they queue to be pulled along Mahakam river in Samarinda, East Kalimantan province, Indonesia, August 31, 2019.jpg
Kapal tongkang batu bara terlihat mengantre untuk ditarik di sepanjang sungai Mahakam di Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia, 31 Agustus 2019.

JAKARTA – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan adanya keuntungan sekitar US$77,89 triliun atau setara dengan Rp1,12 kuantiliun (asumsi kurs Rp14.441 per dolar Amerika Serikat) apabila seluruh dunia menghentikan penggunaan batu bara.

Prediksi itu dipaparkan oleh IMF dalam laporan berjudul The Great Carbon Arbitrage yang diterbitkan pada awal Juni seiring dengan penyambutan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni.

Laporan itu ditulis oleh Ekonom IMF Tobias Adrian, Ekonom Columbia University Patrick Bolton, dan Ekonom Stanford University Allisa M. Kleinnijenhuis.

Laporan tersebut memuat studi pengukuran keuntungan dari penghentian penggunaan batu bara serta biaya yang diperlukan untuk energi baru dan terbarukan (EBT) di seluruh dunia.

Berdasarkan perhitungan para ekonom yang terlibat, penghentian penggunaan batu bara bisa memberikan keuntungan bruto hingga US$106,9 triliun (Rp1,54 kuantiliun).

Sementara itu, biaya yang dibutuhkan untuk penggantian energi berkisar di angka US$29 triliun (Rp417 kuadriliun) sehingga keuntungan bersihnya mencapai kisaran US$77,89 triliun (Rp1,12 kuantiliun).

"Perkiraan dasar kami adalah bahwa dunia dapat merealisasikan keuntungan bersih sebesar US$77,89 triliun. Angka ini mewakili sekitar 1,2% dari PDB dunia saat ini setiap tahun sampai 2100," tulis laporan tersebut dikutip dari laman resmi IMF, Selasa, 7 Juni 2022.

Studi IMF menjelaskan ada keuntungan sekitar US$125 (Rp1,8 juta) untuk setiap penghentian penggunaan satu ton batu bara. Lalu, ada keuntungan sekitar US$55 (Rp792.000) dari hilangnya setiap satu ton emisi karbondioksida.

IMF pun memperkirakan, penghentian penggunaan batu bara dapat membantu dunia untuk terhindari emisi karbon dengan jumlah hingga 1.326 gigaton.

"Manfaat bersih dari penghentian penggunaan batu bara begitu besar sehingga upaya baru, penetapan harga karbon, dan kebijakan pembiayaan lain yang kita diskusikan, harus diupayakan," tulis IMF. (TA)

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Idham Nur Indrajaya pada 05 Jun 2022