Tarif Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu untuk Turis Lokal, Kuota Dibatasi

Eva Pardiana - Selasa, 07 Juni 2022 05:19
Tarif Masuk Candi Borobudur Rp750 Ribu untuk Turis Lokal, Kuota DibatasiCandi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah. (sumber: Pixabay.com/Marjo Groenewegen)

MAGELANG – Pemerintah menerapkan harga baru untuk memasuki lokasi objek wisata Candi Borobudur. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan lewat akun Instagram resminya Sabtu, 4 Juni 2022 lalu.

Luhut menyebut tiket masuk ke kawasan Candi Borobudur ditarik tarif Rp750 ribu untuk turis lokal. Sedangkan turis asing ditarik tarif masuh US$100 dollar atau sekitar Rp1,4 juta (asumsi kurs Rp14.400 per dolar AS).

Hal tersebut dibarengi dengan kebijakan pembatasan jumlah pengunjung di kawasan cagar budaya itu. Per hari, kuota pengunjung Candi Borobudur hanya dibatasi maksimal 1.200 orang per hari.

Menurut Luhut, kebijakan tersebut dilakukan guna menjaga kelestarian kekayaan dan budaya Nusantara. Tak hanya itu, Luhut bahkan mengatakan bahwa para turis harus menggunakan pemandu wisata yang notabene merupakan warga sekitar.

"Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini sehingga rasa tangung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang," tulis Luhut dalam akun Instagram resminya seperti dikutip TrenAsia.com, jaringan KabarSiger.com.

Meski begitu, ada pengecualian harga tiket bagi para pelajar. dalam unggahannya, Luhut menulis bahwa pelajar hanya dikenakan tarif Rp5.000 untuk masuk ke area Candi Borobudur.

Seperti diketahui, Saat ini Pemerintah tengah membangun Borobudur dengan konsep gotong-royong atau sambatan. Bahkan saat ini, Candi Boroudur sedang menjadi laboratorium cagar budaya bertaraf Internasional.

"Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas," tulis Luhut lagi.

Sebagai upaya menjaga kawasan Borobudur dari paparan emisi, Luhut menyatakan pemerintah akan menerapkan ekonomi biru, hijau, dan sirkular. Salah satu contohnya adalah penggunaan bus listrik sebagai shuttle bus kendaraan pariwisata. Bus tamah lingkungan ini akan beroperasi dengan rute Borobudur-Malioboro-Prambanan. (TA)

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rizky C. Septania pada 04 Jun 2022 

Editor: Eva Pardiana

RELATED NEWS