Gubernur Mirza Bahas Pelestarian Adat dengan Tokoh Sai Batin Way Handak

2026-06-27T18:30:07.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Gubernur Mirza Bahas Pelestarian Adat dengan Tokoh Sai Batin Way Handak.jpeg
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima silaturahmi lima tokoh adat Sai Batin Way Handak, Lampung Selatan, di Mahan Agung, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).

BANDAR LAMPUNG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima silaturahmi lima tokoh adat Sai Batin Way Handak, Lampung Selatan, di Mahan Agung, Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026). Pertemuan tersebut membahas arah pembangunan Provinsi Lampung, khususnya penguatan kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat adat.

Lima tokoh adat yang hadir yakni Pangeran Cahya Marga (Sai Batin Marga Ratu Keratun Menangsi), Pangeran Tihang Marga (Sai Batin Marga Legun), Pangeran Naga Beringsang V (Sai Batin Marga Dantaran), Pangeran Penyimbang Agung (Sai Batin Marga Pesisir Rajabasa), dan Pangeran Sesuhunan Sampurna Jaya (Sai Batin Marga Katibung).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mirza mengatakan diskusi difokuskan pada arah pembangunan daerah, terutama penguatan kebudayaan, pemberdayaan masyarakat adat, dan pembangunan sumber daya manusia.

"Alhamdulillah kami berdiskusi banyak hal, terutama terkait arah pembangunan Provinsi Lampung ke depan. Bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan kebudayaan, SDM, dan lainnya," ujar Mirza.

Ia menegaskan pelestarian budaya Lampung menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah karena budaya Lampung memiliki kekayaan, keragaman, serta nilai-nilai filosofi yang menjadi identitas masyarakat.

Menurutnya, upaya pelestarian tersebut perlu dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adat.

"Kebudayaan Lampung sangat kaya, sangat beragam, dan luar biasa, terutama dalam karakter, filosofi, serta prinsip-prinsip hidup. Ini harus kita lestarikan ke depan. Pemerintah harus bergandengan dan berkolaborasi dengan masyarakat adat," katanya.

Terkait pengembangan desa wisata di Lampung Selatan, Mirza menyatakan pemerintah daerah akan mengembangkan program tersebut, termasuk di sejumlah wilayah marga adat.

"Ada. Di Lampung Selatan ada satu yang spesifik, tetapi pada prinsipnya ada lima marga yang akan kita sentuh," ujarnya.

Sementara itu, Pangeran Sesuhunan Sampurna Jaya dari Marga Katibung mengapresiasi kesempatan berdialog dengan Gubernur Lampung. Menurutnya, pertemuan tersebut menghasilkan berbagai gagasan yang berpotensi mendukung pelestarian adat sekaligus pembangunan daerah.

"Kami lima Sai Batin Way Handak berterima kasih kepada Bapak Gubernur Mirza yang telah menerima kami di Mahan Agung. Apa yang dibicarakan tadi menjadi masukan yang sangat berpotensi untuk memajukan adat agar lebih dikenal," ujarnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program Pemerintah Provinsi Lampung yang dinilai tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat.

"Banyak gagasan yang disampaikan Pak Gubernur Mirza sangat membangun, tidak hanya dari sisi adat tetapi juga perekonomian. Kami mendukung program-program beliau dan berharap dapat membawa perubahan bagi masyarakat Lampung Selatan dan Provinsi Lampung secara umum," katanya. (pl)