Penulis:Yunike Purnama

Kabarsiger.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, yang kembali memangkas suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) ternyata di luar proyeksi. Pasalnya, dalam prediksi BI, pemangkasan suku bunga The Fed dilakukan di triwulan pertama tahun depan.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, kebijakan The Fed kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 1,5% hingga 1,75% ini sudah diperkirakan pasar.
Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga ekonomi AS kuat dalam menghadapi pertumbuhan global dan untuk memberi perlindungan dari risiko yang akan terjadi ke depan.
"Penurunan suku bunga The Fed memang ini sudah di-price in [diantisipasi] pasar, meskipun dalam perhitungan BI, penurunan ini lebih awal dari yang kita perkirakan. Ini lebih menunjukkan bahwa Fed lebih kita sebut hawkish cut [agresif]," kata Perry di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (1/11/2019).