59 Perusahaan IPO di BEI Sepanjang 2022, Terbanyak se-ASEAN

2022-12-31T13:20:39.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Ilustrasi IPO
Ilustrasi IPO

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak rekor penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tertinggi mencapai 59 perusahaan tercatat sepanjang 2022. Adapun jumlah nilai pendanaan yang diraih mencapai Rp33,06 triliun.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan realisasi perusahaan tercatat itu merupakan level tertinggi sejak swastanisasi bursa pada 1992.

"Ini Sekaligus merupakan pertumbuhan tertinggi di kawasan ASEAN dalam lima tahun terakhir," kata Iman dalam Penutupan Perdagangan BEI Akhir 2022 pada Jumat, 30 Desember 2022.

Berdasarkan data BEI per 30 November, pertumbuhan perusahaan tercatat atau emiten mencapai 44,9 persen dalam lima tahun terakhir. Angka tersebut memimpin lima negara besar di Asia Tenggara, disusul Vietnam (16,9 persen), Thailand (16,6 persen), Malaysia (7,2 persen), dan Filipina (6,7 persen). Sementara Singapura turun (12,8 persen).

Hingga akhir 2022, jumlah perusahaan tercatat di BEI mencapai 825 perusahaan. Angka ini masih lebih rendah dari negara tetangga Malaysia yang mencapai 969 perusahaan tercatat (data 30 November 2022).

Berdasarkan pipeline BEI, saat ini masih terdapat 48 calon emiten yang bersiap melakukan IPO. Beberapa di antaranya memiliki nilai emisi lebih dari Rp1 triliun.

BEI Gelar 11.253 Edukasi Pasar Modal

PT Bursa Efek Indonesia menyatakan terbantu dengan dukungan teknologi dalam mensosialisasikan kegiatan perdagangan pasar modal.

Direktur Utama Iman Rachman mengatakan berkat dukungan teknologi, BEI mampu menggelar 11.253 edukasi ke seluruh pelosok negeri.

Sedikitnya telah berlangsung 11.253 kegiatan edukasi dengan jumlah peserta 1,8 juta orang sepanjang 2022," kata Iman dalam Konferensi Pers Akhir Tahun.

Digitalisasi menjadi faktor utama pertumbuhan pasar modal termasuk jumlah investor. Iman menilai prestasi ini merupakan kolaborasi seluruh stakeholders, yang mencakup 30 kantor perwakilan BEI, 728 galeri investasi, dan 380 komunitas invetasi.

Berdasarkan data, dari total angka edukasi bursa, sebanyak 8.348 kegiatan dilaksanakan secara daring alias online atau setara 74% dari jumlah keseluruhan.

Sedangkan dari sisi partisipan, dari 1,8 juta, sebanyak 1.595.937 orang mengikuti kegiatan secara virtual, alias sebanyak 91% dari seluruh peserta.(*)