Simak Portofolio Penerapan ESG di Industri Perbankan

Yunike Purnama - Kamis, 10 Agustus 2023 06:11
Simak Portofolio Penerapan ESG di Industri Perbankan (sumber: null)

JAKARTA - Sektor perbankan di Indonesia beberapa tahun terakhir terus mengucurkan dana triliunan rupiah untuk pembiayaan berbasis ESG (Environment, Social, and Governance). 

Bahkan, beberapa perusahaan perbankan di Indonesia mulai menyusutkan kredit pembiayaan industri ekstraktif misalnya batu bara dan mulai mengalihkannya pada sektor energi baru terbarukan (EBT) serta memberdayakan usaha mikro kecil menengah (UMKM). 

Komitmen industri perbankan terhadap ESG tentu tak bisa dilepaskan oleh kebijakan pemerintah Indonesia terhadap isu lingkungan, salah satunya mencanangkan program Net Zero Emision 2060.

Berikut ini portofolio pembiayaan berbasis ESG yang telah dilakukan tiga perusahaan perbankan plat merah dan satu bank swasta sepanjang kuartal hingga semester pertama 2023.

BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau Bank BRI telah berkomitmen hanya menyalurkan pembiayaan industri ekstraktif khususnya batu bara, di bawah 3 persen dari total penyaluran kredit. Hal itu kemudian dialihkan terhadap segmen UMKM, EBT, transportasi ramah lingkungan dan sosial masyarakat. 

Tercatat pada kuartal pertama 2023, pembiayaan ESG yang dikucurkan BRI mencapai Rp710,9 triliun atau 66,7 persen dari total penyaluran kredit kesuluruhan. Angka tersebut meningkat dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp639,8 triliun.

Sementara itu, sektor industri ekstraktif, porsi yang dibiayai BRI hanya sebesar Rp13,51 triliun atau 1,30 persen dari total pembiayaan kredit keseluruhan yang nilainya mencapai Rp1.302 triliun.

BNI

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau Bank BNI juga gencar mendorong pembiayaan berbasis ESG seperti untuk pengembangan industri EBT dan pencegahan polusi udara. Bahkan, bank plat merah tersebut mulai mengurangi kredit sektor industri ekstraktif batu bara. 

Tercatat pada triwulan kedua, pembiayaan sektor industri batu bara hanya sebesar Rp38,09 triliun atau setara dengan 6,33 persen dari total kesuluruhan portofolio kredit. Porsi itu mengalami penurunan dari akhir Desember 2022 yang sebesar 6.61 persen.

Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri juga tak ketinggalan mengucurkan pembiayaan berbasis ESG. Kredit ini disalurkan perseroan melalui dua sektor yakni industri ekonomi hijau seperti pembangunan EBT dan sosial masyarakat misalnya kredit usaha rakyat (KUR).

Pada semester pertama 2023, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan ESG sebesar Rp242 triliun dengan pembagian sebanyak Rp115 triliun untuk sektor ekonomi hijau dan senilai Rp127 triliun untuk sektor sosial. Angka tersebut berkontribusi sebesar 24,6 persen dari total kredit yang disalurkan perseroan periode tersebut.

BCA

Selain diterapkan pada industri perbankan plat merah, pembiayaan ESG juga dikucurkan oleh bank swasta yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau Bank BCA. Semangat perseroan mendukung tata kelola keberlanjuntan selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang mencanangkan nol emisi karbon pada 2060. 

Bank BCA pada semester pertama 2023, telah menyalurkan pembiayaan berbasis ESG sebesar Rp181,2 triliun atau tumbuh sebesar 6,9 persen secara tahunan. Angka tersebut jika dikalkulasikan sebesar 24,3 persen dari total penyaluran kredit kesuluruhan. 

Secara umum penyaluran kredit Bank BCA difokuskan untuk pembangunan sektor EBT dan pembiayaan kendaraan bertenaga baterai listrik. Bahkan bank swasta ini menetapkan angka di bawah 1 persen untuk pembiayaan sektor industri ekstraktif batu bara dari total kredit perseroan.(*)

Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS