Menteri PPN: PTPN I Berperan Strategis dalam Ketahanan Pangan dan Energi

Eva Pardiana - Selasa, 12 Mei 2026 20:16
Menteri PPN: PTPN I Berperan Strategis dalam Ketahanan Pangan dan EnergiMenteri PPN: PTPN I Berperan Strategis dalam Ketahanan Pangan dan Energi (sumber: PTPN I)

JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memiliki peran strategis dalam mendukung program ketahanan pangan dan energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Rachmat Pambudy saat memberikan sambutan pada penandatanganan nota kesepahaman tentang penguatan perencanaan program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao antara PT Perkebunan Nusantara I (Persero) dan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut Rachmat, tiga program swasembada yang tengah diakselerasi pemerintah, yakni swasembada pangan, energi, dan air, memiliki keterkaitan langsung dengan sektor agroindustri yang dijalankan PTPN I.

“Kita tahu Bapak Presiden mencanangkan swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air. Ketiga-tiganya ada di PTPN I. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas mendukung PTPN I dalam menjalankan program swasembada tersebut. Rencana kerja sama yang ditandatangani hari ini adalah program hilirisasi komoditas kelapa, kopi, dan kakao,” kata Rachmat.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara I (Persero), Teddy Yunirman Danas, bersama Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Teni Widuriyanti. Penandatanganan tersebut disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, serta Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Denaldy Mulino Mauna.

Kerja sama ini dinilai menjadi langkah penting bagi PTPN I dalam membangun industri perkebunan yang modern, terintegrasi, dan berdaya saing global guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Dalam sambutannya, Teddy Yunirman Danas menegaskan bahwa masa depan industri perkebunan Indonesia tidak lagi dapat bergantung pada ekspor bahan mentah.

“PTPN I telah menyusun roadmap hilirisasi hingga tahun 2029 untuk menciptakan ekosistem industri hulu-hilir yang mampu memperluas pasar ekspor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Strategi ini dirancang agar setiap komoditas memberikan kontribusi maksimal terhadap ekonomi nasional melalui pembangunan industri pengolahan yang masif,” ujar Teddy.

Untuk komoditas kelapa, PTPN I memproyeksikan pengembangan kawasan hingga 50 ribu hektare yang akan didukung enam unit pabrik pengolahan di sejumlah wilayah potensial di Indonesia.

Sementara pada sektor kopi, perusahaan menyiapkan lahan seluas 12 ribu hektare dengan tujuh fasilitas pengolahan untuk memproduksi kopi premium yang memiliki sistem ketelusuran (traceability) dan standar keberlanjutan yang kuat di pasar internasional.

Adapun pada komoditas kakao, PTPN I menargetkan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri cokelat dunia melalui pengembangan area seluas lima ribu hektare yang terintegrasi dengan pabrik pengolahan.

Teddy menambahkan, seluruh rencana tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menitikberatkan pada hilirisasi dan industrialisasi guna memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

Sementara itu, Rachmat Pambudy menyambut positif inisiatif tersebut dan menekankan pentingnya kolaborasi riset serta inovasi dalam penerapan praktik pertanian yang baik atau Good Agriculture Practices (GAP).

Ia berharap sinergi antara pemerintah, BUMN, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mendorong Indonesia menjadi pusat industri kelapa, kopi, dan kakao dunia. (*)

Tags PTPN IBagikan

RELATED NEWS