Penyaluran Kredit Baru Tumbuh Signifikan pada Mei 2023

Yunike Purnama - Selasa, 20 Juni 2023 12:53
Penyaluran Kredit Baru Tumbuh Signifikan pada Mei 2023Survei Bank Indonesia (BI) menunjukan penyaluran kredit baru perbankan pada Mei 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. (sumber: Getty Images/IStockphoto)

JAKARTA - Survei Bank Indonesia (BI) menunjukan penyaluran kredit baru perbankan pada Mei 2023 terindikasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini tercerimin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru pada Mei 2023 yang tercatat sebesar 82,6%, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 68,9%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, faktor utama yang mempengaruhi penyaluran kredit baru tersebut seperti permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.

"Berdasarkan kategori bank, peningkatan penyaluran kredit baru pada Mei 2023 diprakirakan terjadi pada bank umum (87,5%). Sementara penyaluran kredit baru oleh Bank Umum Syariah (BUS) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) diprakirakan melambat dengan masing-masing berada di angka 18% dan 61%," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/6/2023).

Berdasarkan jenis penggunaan, penyaluran kredit baru pada Mei 2023 terindikasi meningkat pada seluruh jenis kredit yakni kredit investasi (21,5%), kredit modal kerja (65,8%), kredit konsumsi (70%), dan kredit konsumsi lainnya (67,8%).

"Faktor utama yang memengaruhi prakiraan penyaluran kredit baru pada Mei 2023 yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain," kata Erwin.

Dengan begitu, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi pada Juni 2023, terindikasi dari nilai SBT perkiraan penyaluran kredit baru pada Juni 2023 sebesar 96,5%.

Erwin bilang, peningkatan penyaluran kredit baru pada Juni 2023 diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan hampir seluruh jenis penggunaan, kecuali kredit konsumsi KPR yang terindikasi melambat (54,3%).

"Untuk keseluruhan triwulan II 2023, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan diprakirakan meningkat. Permintaan pembiayaan korporasi pada Mei 2023 terindikasi tumbuh terbatas," terang Erwin. 

Sementara SBT pembiayaan korporasi tercatat sebesar 12,5%, lebih rendah dari SBT 19,8% pada April 2023. Mayoritas pembiayaan bersumber dari dana sendiri namun lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kemudian, permintaan pembiayaan yang bersumber dari perbankan dalam negeri terindikasi meningkat.Adapun pembiayaan dari pemanfaatan fasilitas kelonggaran tarik terindikasi lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Di sisi rumah tangga, permintaan pembiayaan baru terindikasi sedikit meningkat pada Mei 2023. Mayoritas rumah tangga mengajukan jenis pembiayaan berupa kredit multiguna dan memilih bank umum sebagai sumber utama penambahan pembiayaan.

"Sumber pembiayaan lainnya yang menjadi preferensi rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan antara lain koperasi dan leasing," ungkap Erwin.(*)

Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS