OJK dan Pemkab Pesibar Wujudkan Inklusi Keuangan
Yunike Purnama - Rabu, 05 Agustus 2026 09:24
OJK dan Pemkab Pesibar Wujudkan Inklusi Keuangan, 150 Guru Terima Polis Asuransi Jiwa (sumber: Ist)PESISIR BARAT – Komitmen memperluas inklusi keuangan di daerah diwujudkan melalui langkah nyata. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan Asuransi Astra menyerahkan 150 polis asuransi jiwa kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berprofesi sebagai guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Pesisir Barat.
Penyerahan polis dilakukan dalam kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan yang berlangsung di Lobby Teluk Stabas, Gedung Marga Sai Batin, Kabupaten Pesisir Barat. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya perlindungan finansial sekaligus mendorong kepemilikan produk keuangan yang sesuai kebutuhan.
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, melalui sambutan yang disampaikan Deputi Direktur OJK Lampung, Ety Elyati, menegaskan bahwa kepemilikan asuransi jiwa merupakan bentuk perlindungan penting bagi para ASN, khususnya tenaga pendidik.
Menurutnya, asuransi tidak hanya memberikan rasa aman bagi pemegang polis, tetapi juga menjadi jaring pengaman finansial bagi keluarga apabila terjadi risiko yang tidak diharapkan, seperti sakit kritis atau meninggal dunia sebagai pencari nafkah utama. Dengan perlindungan tersebut, keluarga tetap memiliki kepastian finansial sehingga kebutuhan penting, termasuk pendidikan anak, dapat terus terpenuhi tanpa harus menjual aset atau terjerat utang.
"Literasi keuangan harus diikuti dengan inklusi atau kepemilikan produk keuangan yang tepat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu meningkatkan kesejahteraan," ujar Ety.
- Jasa Raharja Serahkan Santunan Ahli Waris Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
- Direksi Jasa Raharja Tinjau Korban Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
- Abdul Rivai Ras: Aset PTPN I Harus Jadi Mesin Pertumbuhan
- Tips Renovasi Rumah agar Lebih Dingin dan Nyaman untuk Ditinggali
Guru Jadi Agen Perubahan Literasi Keuangan
Program ini juga didorong oleh hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan telah menyentuh 80,51 persen.
Meski menunjukkan tren positif, masih terdapat kesenjangan antara akses masyarakat terhadap layanan keuangan dengan pemahaman dalam mengelola keuangan secara bijak. Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi maraknya pinjaman online ilegal, investasi bodong, hingga berbagai bentuk kejahatan siber yang merugikan masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Barat, Drs. Zukri Amin, M.P., mengatakan guru memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan pemahaman keuangan kepada masyarakat.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada peserta, tetapi diteruskan kepada para siswa, rekan kerja, hingga masyarakat sekitar. Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), kami berkomitmen memastikan literasi dan inklusi keuangan berjalan beriringan agar masyarakat semakin siap mengelola keuangan, menghadapi risiko, dan meningkatkan kesejahteraan," katanya.
OJK Pastikan Perlindungan Konsumen
OJK juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu ragu memanfaatkan produk asuransi karena seluruh perusahaan asuransi berada di bawah pengawasan ketat regulator.
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), OJK memastikan setiap perusahaan asuransi memenuhi hak-hak pemegang polis sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi OJK, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, dan Asuransi Astra ini diharapkan mampu mengubah paradigma masyarakat yang selama ini menganggap asuransi sebagai kebutuhan yang dapat ditunda.
Penyerahan 150 polis asuransi jiwa menjadi langkah awal dalam membangun tenaga pendidik yang semakin cerdas secara finansial. Dengan perlindungan yang lebih baik, para guru diharapkan dapat menjalankan tugas mendidik generasi muda dengan lebih tenang dan optimal, sekaligus menjadi teladan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat.(*)

