RISE OCBC Jadi Wadah UKM Berinovasi Ciptakan Produk Sustainable Bernilai

Redaksi - Kamis, 06 Agustus 2026 08:25
RISE OCBC Jadi Wadah UKM Berinovasi Ciptakan Produk Sustainable BernilaiRISE OCBC Jadi Wadah UKM Berinovasi Ciptakan Produk Sustainable Bernilai (sumber: OCBC)

JAKARTA – Kepedulian masyarakat terhadap isu keberlanjutan terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan hasil survei Voice of the Consumer 2025 yang dilakukan PwC, semakin banyak konsumen di Indonesia mulai mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam menentukan pilihan produk yang dibeli. Meski demikian, survei tersebut juga mencatat bahwa walaupun 62% responden mengaku mengkhawatirkan dampak perubahan iklim, sebagian besar masih belum menjadikan isu tersebut sebagai pertimbangan utama dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa tantangan saat ini bukan lagi sebatas meningkatkan kesadaran, melainkan menyediakan produk-produk berkelanjutan yang mudah dijangkau, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berangkat dari kondisi tersebut, OCBC terus mendorong penerapan gaya hidup berkelanjutan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada perubahan perilaku. Salah satu inisiatif yang dihadirkan adalah RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), program terbaru yang menggabungkan OCBC Preneurship dan Upcydea Festival. Melalui kolaborasi ini, OCBC ingin menghadirkan praktik keberlanjutan yang lebih membumi sehingga dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat.

Melalui program ini, OCBC ingin mendorong perubahan dari sekadar kesadaran menjadi aksi nyata, sekaligus menunjukkan bahwa ”Hidup keberlanjutan merupakan bagian dari gaya hidup sehari-hari.” Produk keberlanjutan tidak harus mahal atau eksklusif, tetapi dapat menjadi pilihan yang kreatif, fungsional, dan relevan untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA: OCBC Dorong Nasabah Kelola Aset Lewat Layanan Wealth Management Terpadu

Program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle)

Melalui program ini, OCBC tidak hanya memperkuat kapasitas UKM melalui workshop, mentoring, dan kurasi, tetapi juga membantu mereka mengembangkan inovasi produk yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.  Sebanyak 50 UKM, terdiri dari 25 pelaku usaha kuliner dan 25 pelaku usaha fesyen serta kriya, mengikuti rangkaian program intensif untuk mengintegrasikan prinsip sustainability ke dalam produk dan model bisnis mereka berkolaborasi dengan Femalepreneur Indonesia.

Hasil inovasi produk dari UKM yang terpilih dihasilkan dari pengelolaan seragam OCBC  bekas pakai dan  yang diolah ulang menjadi  kain baru. Hal ini, guna melahirkan produk keseharian yang dapat dibeli langsung oleh karyawan, serta hasil penjualannya disalurkan untuk pembelian benih pohon Mangrove.

Aleta Hanafi, Brand & Communication Head OCBC, mengatakan bahwa keberlanjutan akan lebih mudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat apabila diwujudkan melalui pilihan-pilihan yang sederhana dan dekat dengan keseharian. "Melalui RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), kami ingin menunjukkan bahwa sustainability tidak harus rumit ataupun mahal. Kami percaya perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.”

Program RISE fokus pada pengembangan inovasi produk yang kreatif, fungsional, sekaligus berkelanjutan.  Dengan misi tersebut, OCBC mengajak Billy Tjong dan Petty S. Fatimah menjadi mentor.

OCBC Perluas Implementasi Circular Economy melalui Program RISE

PT Bank OCBC NISP Tbk (“OCBC”), menggelar TunjukIN Baikmu Festival 2026 di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

OCBC menegaskan komitmennya dalam memperkuat implementasi ekonomi sirkular yang telah dijalankan sejak 2023, mulai dari pengumpulan seragam bekas karyawan untuk didonasikan, pengembangan produk upcycle yang hasil penjualannya disalurkan untuk penanaman mangrove, hingga penyelenggaraan Upcydea Festival. Pada 2025, OCBC berhasil mengolah 256 kilogram seragam batik bekas menjadi berbagai produk fesyen yang menghasilkan donasi untuk penanaman 2.185 pohon mangrove. Memasuki 2026, OCBC memperluas implementasi inisiatif tersebut melalui Program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle) yang mendorong UMKM mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis sekaligus memperluas praktik ekonomi sirkular hingga ke Semarang.

Sebagai mentor dalam program ini, Billy Tjong menilai bahwa sustainability seharusnya dipandang sebagai ruang untuk terus berinovasi. "Perubahan lingkungan, tren, dan perilaku konsumen membuat pelaku usaha harus terus beradaptasi. Bagi saya, sustainability adalah innovation. Ketika kita mampu melihat keterbatasan sebagai peluang, justru disitulah lahir ide, material, dan produk baru yang memiliki nilai ekonomi."

Sementara itu, Petty S. Fatimah, Women's Entrepreneurship Advocate sekaligus Communication Strategist dan Lecturer, melihat bahwa arah industri fesyen semakin bergerak menuju praktik yang lebih berkelanjutan. "Konsumen saat ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita dan nilai di balik produk tersebut. Karena itu, melalui mentorship kami untuk membantu UKM bagaimana  kreativitas membuat produk  bisa dilakukan dengan sudut pandang berkelanjutan,  mengolah material  recycle  menjadi produk yang menarik dan punya nilai jual."

Dengan adanya program RISE, OCBC berharap semakin banyak UKM yang mampu melihat sustainability bukan sebagai tantangan, melainkan peluang untuk terus berinovasi. Ketika produk berkelanjutan semakin kreatif, fungsional, dan mudah diakses, perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan pun dapat dimulai dari keputusan-keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen OCBC di Circular Ekonomi

• OCBC berkomitmen melakukan kelanjutan dari implementasi circular economy yang telah dijalankan OCBC sejak 2023. Dengan mengajak karyawan untuk mengembalikan seragam tidak terpakai untuk di donasikan.

• Di tahun 2024, program ini berkembang menjadi pengembangan dan variasi produk yang dengan  menggandeng mitra CSR yang mempunyai kesamaan nilai (value).  Produk ini dijual khusus untuk karyawan OCBC dimana hasil penjulan di distribusikan untuk pembelian bibit pohon  Mangrove.

• Di tahun 2025, Ide Upcydea Festival lahir dari sebuah pertanyaan sederhana, bagaimana limbah seragam yang sudah tidak digunakan dapat memperoleh kehidupan baru. Dari tantangan tersebut, OCBC melihat peluang untuk mengubah waste menjadi value melalui inovasi dan kolaborasi. Pada tahun ini, OCBC berhasil meng-upcycle 256 kilogram seragam batik bekas menjadi berbagai produk fesyen. Inisiatif tersebut menghasilkan penjualan senilai Rp43,7 juta yang seluruhnya didonasikan untuk mendukung penanaman 2.185 pohon mangrove, dengan estimasi manfaat lingkungan berupa pengimbangan sekitar 258,89 kilogram CO2e emisi karbon.

• Memasuki 2026, OCBC juga memperluas implementasi inisiatif ini termasuk ekspansi ke Cabang Semarang, untuk memperkuat praktik circular economy yang melibatkan lebih banyak karyawan dan masyarakat. Upcydea Festival diperluas dampaknya dengan memperkenalkan Program RISE (Responsible Innovation for Sustainable Everyday Lifestyle), yang mengajak UKM untuk dapat berkembang dalam suatu ruang pembelajaran agar sustainability dapat diintegrasikan ke dalam strategi bisnis UKM secara nyata.

Editor: Redaksi

RELATED NEWS