Masjid Sheikh Zayed Solo: Awalnya Depo Pertamina jadi Ladang Persemaian Islam Moderat

Redaksi - Kamis, 02 Maret 2023 08:54
Masjid Sheikh Zayed Solo: Awalnya Depo Pertamina jadi Ladang Persemaian Islam ModeratMasjid Sheikh Zayed Solo resmi dibuka untuk umum pada Rabu, 1 Maret 2023. Malam sebelumnya, Selasa 28 Februari 2023, masjid megah tersebut menggelar perayaan Isra Mikraj yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Ma’ruf Amin. (sumber: Ist)

SOLO - Masjid Sheikh Zayed Solo resmi dibuka untuk umum pada Rabu, 1 Maret 2023. Malam sebelumnya, Selasa 28 Februari 2023, masjid megah tersebut menggelar perayaan Isra Mikraj yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) Indonesia, Ma’ruf Amin.

Acara itu turut menandai kehadiran Masjid Sheikh Zayed di tengah-tengah masyarakat. Setelah ini, masjid bergaya Mughal itu bakal semakin banyak dikunjung warga lokal maupun luar kota. Apalagi sebentar lagi Bulan Ramadan.

Masjid Sheikh Zayed telah menyiapkan imam asal Uni Emirat Arab (UEA) hingga ribuan takjil untuk menyambut para jemaah di bulan suci. Sejumlah fasilitas penunjang seperti perpustakaan dan Islamic Center pun disiapkan untuk mengembangkan kajian Islam, ekonomi syariah hingga membangun kesalihan sosial.

Miniatur Masjid di Abu Dhabi

Pemerintah meresmikan Masjid Sheikh Zayed Solo pada Rabu, 14 November 2022. Masjid ini merupakan replika Sheikh Zayed Grand Mosque yang terletak di Abu Dhabi, Ibu Kota Uni Emirat Arab. Masjid yang memiliki luas 8000 meter persegi ini dapat menampung 10.000 jemaah.

Bangunannya dilengkapi empat menara dan satu kubah utama. Di antara kubah dan menara, terdapat 81 kubah kecil yang dihiasi batu pualam putih. Bangunan masjid diberi lantai marmer untuk menambah kemegahan rumah ibadah. Tak sekadar marmer lokal, melainkan marmer kelas satu yang didatangkan dari Italia.

Pembangunan masjid ini memakan biaya kisaran US$20 juta atau kisaran Rp311 miliar (asumsi kurs Rp311 miliar per dolar AS) dengan BUMN Waskita Karya selaku penanggung jawan proyek. Dana tersebut ditanggung Presiden UEA, Syeikh Mohammed bin Zayed, sebagai pemberi hibah.

Bekas Depo Pertamina

Sebelum Masjid Sheikh Zayed Solo dibangun, tanah seluas 8000 meter persegi tersebut awalnya merupakan lahan milik PT Pertamina (Persero). Penelusuran TrenAsia, pada tahun 2009 tanah yang terletak di Kelurahan Gilingan tersebut masih digunakan sebagai depo distribusi gas alam cair atau liqufied natural gas (LNG).

Lantaran merupakan bekas depo, tak heran jika banyak semak yang menjadi sarang ular. Kisaran tahun 2015 hingga 2016, Depo LNG pertamina di lokasi tersebut tak lagi beroperasi. Pagarnya dicopot dan bangunannya dibongkar menjadi SPBU Gilingan yang beroperasi di tahun yang sama. Sayang, operasional SPBU ini tak berlangsung lama.

Pada Desember 2019, SPBU Gilingan berhenti beroperasi untuk selamanya. Penutupan kilang SPBU Gilingan kala itu dilakukan atas instruksi langsung Pertamina pusat. Menurut kabar yang beredar kala itu, bekas lahan SPBU Gilingan akan digunakan untuk pembangunan Islamic Center.

Diplomasi di Balik Kemudi

Proyek Masjid Sheikh Zayed Solo tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo (Jokowi). Cara menjamu Jokowi memberi kesan tersendiri bagi tamu kehormatan luar negeri, termasuk Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) yang kini menjadi Presiden UEA.

MBZ yang kala itu menjabat sebagai Putra Mahkota Uni Emirat Arab, datang ke Indonesia pada Rabu, 24 Juli 2019. Kedatangan MBZ disambut sendiri oleh Jokowi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Setelah menyambut MBZ di Soekarno-Hatta, Jokowi langsung mengajak MBZ untuk berkunjung ke Istana Bogor.

Selama pertemuan berlangsung, Jokowi dan MBZ tampak akrab. Mereka tampak berbincang sembari berkeliling mengitari istana dengan mobil taman yang dikemudikan sendiri oleh Jokowi. Selain itu, Jokowi tampak memberikan durian untuk MBZ.

Selama pertemuan, sejumlah agenda kerja sama dibahas oleh kedua pemimpin Negara. Hingga di satu titik, MBZ berjanji pada Jokowi untuk membangunkan sebuah masjid di kampung halaman Jokowi, Solo sebagai hadiah persahabatan.

Islam Moderat

Wapres Ma’ruf Amin dalam perayaan Isra Mikraj di Masjid Sheikh Zayed Solo, 28 Februari 2023, menggantungkan harapan besar pada pengelolaan masjid hibah UEA tersebut. Ma’ruf berharap Masjid Sheikh Zayed dapat menjadi corong Islam moderat yang menawarkan kesejukan dan kedamaian bagi sesama umat manusia. “Sekaligus dapat meningkatkan kerja sama merawat harmoni kerukunan dan persatuan dalam dakwah wasathiyah dan rahmatan lil'alamiin, menuju Indonesia yang lebih maju,” pesannya

Selain itu, Wapres mendorong keberadaan Masjid Raya Syeikh Zayed Solo dapat mewujudkan karakter masyarakat Islam yang kuat dalam akidah serta kebangsaan. “Saya mendoakan segenap pengurus dan jajaran pengelola masjid agar tetap sehat, semangat, dan istiqamah dalam menjalankan segala kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat,” ujarnya.(*)

Editor: Redaksi
Bagikan

RELATED NEWS