Manfaatkan Jasa Influencer untuk Pemasaran Digital, Begini Tips dan Triknya

Yunike Purnama - Senin, 01 Agustus 2022 13:01
Manfaatkan Jasa Influencer untuk Pemasaran Digital, Begini Tips dan TriknyaIlustrasi pemasaran melalui influencer. (sumber: Shutterstock)

BANDARLAMPUNG - Pemasaran produk barang dan jasa saat ini sudah banyak dilakukan dengan berbagai macam saluran, termasuk media digital. Namun, pemasaran dirasa kian efektif dengan menggunakan jasa influencer.

Demikian yang mengemuka dalam webinar bertema Pentingnya Influencer untuk Perdagangan Bisnis Daring yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi.

Digital Content Services Lead @Good News From Indonesia Vicky Ferbian menjabarkan 5 tipe influencer berdasarkan jumlah pengikutnya yang terdiri atas influencer nano, influencer mikro, influencer makro, influencer mega, dan selebriti.

Kemudian, ia turut menuturkan proses dari pemasaran influencer, diantaranya menemukan influencer yang potensial (bisa menggunakan Google, platform sosial yang spesifik, ataupun kampanye kompetitor), menyeleksi (menemukan perwakilan brand serta memeriksa metrik engagement-nya).

Kemudian menjangkau (dengan cara memperkenalkan diri, menjelaskan mengapa kamu merupakan orang yang cocok untuk bekerja sama, dan mengajaknya untuk berkolaborasi), dan bekerja sama (dengan cara giveaway, program referral, penawaran eksklusif, konten kolaboratif, dan acara khusus).

“Sebanyak 92% konsumen mempercayai influencer lebih dari iklan,” katanya.

Chief Marketing Officer PT. Cipta Manusia Indonesia Annisa Choiriya menjelaskan bagaimana cara mengoptimalkan mesin pencarian agar dapat melihat peluang lalu memanfaatkannya serta cerdas dalam menggunakan kata kunci.

Tidak hanya itu Annisa juga menyampaikan proses perkontenan yang berawal dari pikiran dalam diri seseorang mengenai sesuatu apakah yang menjadi kebutuhan dari target audiens, kemudian memberikan kalimat dan kata yang sesuai dengan target audiens (pembuatan konten dan copywriting), dan terakhir yaitu mendistribusikan konten tersebut menggunakan media yang sesuai.

“Ketahuilah tren yang dibutuhkan masyarakat di trends.google.com atau trending topic twitter serta tren dari setiap media sosial yang kita gunakan,” ungkapnya.

Pandu Digital Madya sekaligus Ambasador Wakelet Internasional, Anshar Syukur mengatakan, sumber nilai etika meliputi agama, budaya, filosofi, dan hukum. Selanjutnya, Anshar mengemukakan bagaimana proses interaksi dan kolaborasi pemasaran di sosial media, dimana harus mengerti serta memahami makna-makna dari caption, hashtag, feeds, follow, komen, dan engagement sebelum melakukan pemasaran.

“Mari kita rayakan teknologi, kita hormati ilmu pengetahuan, kita dukung semua bentuk kemajuan, tetapi semua harus demi mengangkat derajat manusia. Etika ada karena kita adalah manusia," ujar Anshar. (*)

Editor: Yunike Purnama
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS