Layanan Fintech Pinjaman Online Diklaim Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan di Indonesia

Yunike Purnama - Rabu, 13 November 2019 20:47
Layanan Fintech Pinjaman Online Diklaim Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan di IndonesiaIlustrasi Fintech (sumber: Istimewa)

Kabarsiger.com, Jakarta - Financial Technology atau Fintech belakangan ini semakin populer di masyarakat. Layanan keuangan digital semacam ini memang memberikan beragam fungsi.

Misalnya adalah penggalangan dana, mencari pasar saham, sampai pinjaman online. Selama ini yang paling sering mendapat sorotan adalah layanan fintech yang bergerak di jasa pinjaman online.

Layanan fintech semacam ini sering mendapatkan cap buruk karena banyaknya kasus penipuan yang terjadi.

Padahal sebenarnya ada banyak fintech pinjaman online di Indonesia yang terpercaya dan sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Satu yang mungkin kalian belum tahu, sebenarnya pinjaman online semacam ini berhasil menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Data ini dirilis oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) dan Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI).

Dilansir dari Kontan.co.id, fintech lending atau pinjaman online berhasil meningkatkan PBD sebesar Rp 60 triliun.

Yang lebih penting, layanan semacam ini terbukti berhasil menyeap 362 ribu tenaga kerja dan menurunkan angka kemiskinan hingga 0,7 persen.

Peneliti INDEF, Izzudin Al Farras juga menunjukkan adanya peran aktif pinjaman online terhadap kemajuan UMKM.

Misalnya adalah peningkatan pendapatan tani di desa sebesar 1,23 persen dan pedagang di kota sebesar 2,59 persen.

Bukan cuma itu, meningkatnya taraf kesejahteraan juga ditandai dengan naiknya angka pengeluaran rumah tangga.

Pengeluaran rumah tangga pengusaha pertanian meningkat 1,34 persen, rumah tangga golongan rendah perkotaan meningkat 1,34 persen, dan rumah tangga golongan atas perkotaan meningkat 1,77 persen.

Dengan sederet manfaat nyata tersebut, diharapkan fintech di Indonesia akan terus berkembang dari tahun ke tahun. Prospek investasi fintech yang menjanjikan juga bisa memberikan keuntungan besar bagi negara.

Menurut Farras, saat ini yang menjadi masalah utama adalah munculnya fintech ilegal.Tanpa disadari hal ini berhasil menanamkan mindset buruk pada fintech di Indonesia secara menyeluruh. Akibatnya layanan fintech sering dipandang sebelah mata. (*)

Bagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS