Kenali Modus Kejahatan Spoofing dan Cara Deteksinya

Yunike Purnama - Kamis, 16 Februari 2023 11:20
Kenali Modus Kejahatan Spoofing dan Cara DeteksinyaSpoofing adalah kejahatan dunia maya yang terjadi ketika seseorang menyamar sebagai kontak atau merek terpercaya. (sumber: Freepik)

BANDAR LAMPUNG - Ada dua sisi dari internet yang perlu Anda ketahui, selain bermanfaat tapi juga menimbulkan bahaya yang sering dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab. Salah satu modus kejahatan yang dilakukan oleh para penjahat dunia maya yaitu spoofing.

Apa Itu Spoofing?

Spoofing adalah kejahatan dunia maya yang terjadi ketika seseorang menyamar sebagai kontak atau merek terpercaya dan berpura-pura menjadi seseorang yang Anda percayai agar dapat mengakses informasi pribadi yang sensitif.

Cara Kerja Spoofing

Spoofing bekerja dengan cara hacker menipu korban berpura-pura menjadi seseorang atau menggunakan identitas palsu. Korban akan dikelabui dengan berbagai hal seperti email, telepon, dan SMS agar korban menyerahkan informasi pribadi yang dapat menyebabkan penipuan finansial atau pencurian identitas.

Hacker atau peretas sering menggunakan spoofing email untuk menejrat korban dalam penipuan phishing. Spoofing ini dapat menyebarkan malware, mencuri data, melewati sistem keamanan perangkat korban hingga mempersiapkan serangan berikutnya.

Karena spoofing didasarkan pada penipuan, mencegah dan mendeteksi serangan spoofing dapat menjadi tantangan. Oleh karena itu, simak cara mendeteksi spoofing berikut ini.

Cara Mendeteksi Spoofing

  1. Periksa apakah ada simbol berbentuk kunci atau bilah warna hijau pada kotak url link. Semua situs web yang aman dan bereputasi baik harus memiliki sertifikat SSL yang artinya telah terverifikasi situs tersebut benar-benar milik organisasi yang sedang diverifikasi.
  2. Situs web tidak menggunakan enkripsi file. Situs web yang sah hampir selalu menggunakan HTTPS atau versi HTTP terenkripsi.
  3. Periksa ulang alamat pengirim saat Anda menerima email spoofing. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya penipu akan mendaftarkan domain palsu yang terlihat sangat mirip dengan situs yang valid.
  4. Lakukan pencarian cepat di Google mengenai isi email. Pencarian ini akan memudahkan Anda untuk mengetahui jika email phishing yang dikirim ke Anda ini telah menyebar atau ditulis di berbagai website.
  5. Tautan memiliki URL yang tidak biasa. Periksa URL sebelum mengklik dengan cara mengarahkan kursor ke atas link tersebut.
  6. Memiliki kesalahan ketik atau typo, tata bahasa yang buruk, karena scammer sering tidak mengoreksi pekerjaan mereka.(*)
Editor: Redaksi
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS