Gubernur Arinal Dukung PLN Konsisten Bangun Kelistrikan untuk Lampung

Chairil Anwar - Rabu, 06 April 2022 18:50
Gubernur Arinal Dukung PLN Konsisten Bangun Kelistrikan untuk LampungGubernur meminta PLN untuk turut mendukung pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah. (sumber: Dok. PLN UID Lampung)

BANDAR LAMPUNG — Provinsi Lampung memiliki potensi yang besar dalam berbagai sektor seperti pariwisata,  pertanian, perkebunan, dan perikanan, sekaligus menopang kebutuhan pangan ibu kota. Agar dapat terpenuhi sesuai harapan, ketersediaan sarana listrik menjadi kebutuhan prioritas. Hal itu disampaikan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada PT PLN (Persero) di Mahan Agung, Selasa, 5 April 2022.

Gubernur meminta PLN untuk turut mendukung pembangunan dan kebijakan pemerintah daerah, seperti pembangunan rumah sakit internasional, Bakauheni Harbour City, dan pelabuhan di Tanggamus.

Sebagai orang nomor satu di Provinsi Lampung, ia mengajak PLN untuk bersama-sama membangun Lampung, terutama untuk mendukung aktivitas perekonomian rakyat dan sektor industri di Provinsi Lampung.

“Saya ingin bangun Lampung secara bersama-sama, karena tugas kita mengabdi dan melayani rakyat. Kalau ada kendala, tolong beri tahu saya agar kita sama-sama cari solusinya,” kata Gubernur Arinal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Lampung Hery Sadli, General Manager PLN UID Lampung I Gede Agung Sindu Putra, dan General Manager PLN UIK Sumbagsel Djoko Mulyono beserta jajaran.

General Manager PLN UIK Sumbagsel Djoko Mulyono memaparkan PLN Sumatra Bagian Selatan mengelola unit pembangkitan di lima provinsi, yaitu Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Lampung.

Djoko menjelaskan  di Provinsi Lampung terdapat beberapa unit pelaksana di bawah PLN UIK Sumbagsel, yaitu PLTU Sebalang, PLTU Tarahan,  PLTA Batutegi l, dan PLTP Ulubelu dengan total keseluruhan menghasilkan kapasitas daya sebesar 700 MW. Sementara beban puncak Provinsi Lampung telah mencapai 1.000 MW.

"Karena telah terinterkoneksinya sistem 150 kilovolt se-Sumatra dari Aceh hingga Lampung,  pada Subsistem Lampung mendapatkan transfer daya sebesar 300 MW sebagai pemenuhan kebutuhan pasokan listrik di Provinsi Lampung, " tukas Djoko.

Djoko  juga menyampaikan di akhir 2022 proyek PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 dengan kapasitas daya sebesar 2 x 620 MW yang dibangun oleh PT Bukit Asam bekerja sama dengan China Huadian Hong Kong Company Ltd. akan rampung. PLTU  tersebut merupakan PLTU mulut tambang yang terbesar se-Asia Tenggara. Pembangunan PLTU ini diharapkan akan membantu Kawasan Industri di Provinsi Lampung.

Sementara itu, I Gede Agung Sindu Putra, general manager PLN UID Lampung, menyampaikan pembangunan di Lampung tumbuh pesat, sehingga  turut mendorong pertumbuhan konsumsi listrik dan bergeraknya roda perekonomian di Provinsi Lampung.

"Sebagai contoh  telah beroperasinya kelistrikan pada sentra penghasil udang terbesar di Lampung seperti di Dipasena dan Bratasena, yang tentunya akan berdampak positif pada pemenuhan komoditas pangan sektor perikanan dan kelautan dan mendorong roda perekonomian di Lampung," paparnya.

"Gardu listrik di Pulau Pasaran yang dikenal sebagai sentra penghasil ikan asin terbesar di Lampung juga telah beroperasi. Kini listriknya sudah siap jika masyarakat nelayan di sana akan menggunakan cold storage dan blower untuk meningkatkan kualitas produksi ikan," ujar I Gede Agung Sindu Putra.

Dia juga menjelaskan hingga saat ini PLN UID Lampung terus merampungkan pembangunan jaringan listrik di Kecamatan Pematangsawa,  Tanggamus. Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya PLN dalam menuntaskan rasio desa berlistrik (RDB) yang hingga saat ini sebesar 99,43%. (CA)

Editor: Chairil Anwar
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Lihat semua artikel

RELATED NEWS