Butuh Dana di Era Social Distancing, Fintech Lending Bisa Jadi Pilihan
Yunike Purnama - Selasa, 24 Maret 2020 17:51
Ilustrasi Fintech (sumber: Google)Kabarsiger.com, Bandar Lampung - Pandemi virus Covid-19 membuat sektor keuangan di Indonesia bergejolak. Namun, berbeda dengan industri peminjaman uang berbasis teknologi atau fintech yang tetap optimistis menghadapi situasi ini.
Dengan kebijakan pemerintah agar masyarakat mengurangi interaksi fisik, fintech lending dapat menjadi solusi bagi semua pihak yang ingin mendapatkan akses pendanaan tanpa perlu bertatap muka. Hal ini disebutkan bahwa bisa membantu perputaran roda perekonomian Indonesia di tengah krisis seperti sekarang.
Menurut Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, kondisi saat ini membuat masyarakat fokus ke beberapa sektor yang menopang antisipasi penyebaran virus korona saja, seperti industri makanan dan kesehatan. Namun, bukan berarti sektor lain seperti fintech lending tidak dapat tumbuh di situasi sekarang ini.
“Ada pilihan untuk fintech lending, namun perlu melihat situasi ketidakpastian seperti saat ini,” ujarnya dalam siaran tertulis.
Untuk tetap bertahan di tengah ketidakstabilan ekonomi seperti sekarang ini, industri fintech lending perlu segera mengambil langkah-langkah strategis supaya masyarakat tetap mendapatkan akses pembiayaan secara online. Salah satu cara yang disebutkannya adalah menurunkan suku bunga yang dianggap dapat menarik perhatian publik.
“Di berbagai negara, suku bunga pinjaman di tengah situasi virus ini menjadi rendah sekali, bahkan sampai nol persen. Jika suku bunga tinggi, potensi NPL (non-performing loan) semakin meningkat. Ini bisa menjadi pukulan balik untuk industri fintech lending,” katanya.
Dia juga menyarankan industri fintech lending melihat situasi ini sebagai kesempatan yang baik untuk memperkenalkan lagi industri yang masih baru di Indonesia. Perusahaan dapat membuat fasilitas tambahan seperti mengadakan program diskon atau hal menarik lainnya.
Ketua Harian Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menjelaskan industri harus tetap optimistis di tengah kondisi pembatasan sosial karena isu virus korona saat ini. Dia yakin fintech lending memiliki sistem yang dibutuhkan masyarakat saat ini, yakni proses yang seluruhnya secara digital, dapat memproses pinjaman dengan cepat tanpa bertele-tele, dan yang terpenting adalah transparansi.
“Situasi saat ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi para penyelenggara fintech lending. Untuk itu diperlukan inovasi produk serta layanan yang dapat mencakup kebutuhan masyarakat saat ini. Ini bukan cara yang mudah tapi perlu dilakukan agar industri terus berkembang di tengah situasi yang tidak menentu,” jelas dia.(*)

