BI Lampung Berikan Tips Kenali Cikur Dengan Tepat

Yunike Purnama - Jumat, 06 Maret 2020 14:51
BI Lampung Berikan Tips Kenali Cikur Dengan TepatKasir Asisten Unit Pengelolaan Bank Indonesia Ria Sutiono (sumber: Yunike Purnama / Kabarsiger.com)

Kabarsiger.com, Jakarta - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung kembali memaparkan ciri - ciri keaslian uang rupiah emisi tahun 2016.

Disampaikan oleh Kasir Asisten Unit Pengelolaan Bank Indonesia Ria Sutiono saat Pelatihan Wartawan Regional Lampung yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung. 

Saat melihat uang pastikan warnanya terlihat terang dan jelas. Kemudian, terdapat benang pengaman seperti dianyam pada uang kertas pecahan Rp 100.000, Rp 50.000 dan Rp 20.000. Warna benang akan berubah jika dilihat dari sudut pandang tertentu di uang pecahan Rp 100.000 dan Rp 50.000. Ditemukan juga benang pengaman yang terdapat di kertas uang pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000 dan Rp 1.000.

"Selanjutnya teknologi Colour Shifing merupakan gambar perisai yang didalamnya terdapat logo Bank Indonesia yang akan berubah warna jika dilihat dari sudut pandang berbeda. Misalnya pada uang pecahan Rp 20.000 terdapat perubahan warna dari hijau menjadi ungu,"ujar Ria.

Pecahan Rp 50.000 terjadi perubahan warna dari merah keemasan menjadi hijau. Sedangkan pada pecahan Rp 100.000 terdapat perubahan warna dari merah keemasan menjadi hijau.

Gambar tersembunyi multiwarna (multicolor latent image) adalah gambar tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu. Misalnya pada uang Rp 10.000 terdapat kombinasi warna ungu, biru dan kuning pada angka 10. 

Pecahan uang Rp 20.000 terdapat kombinasi warna merah, kuning dan hijau pada angka 20. Pecahan uang Rp 50.000 terdapat kombinasi warna merah, kuning dan biru pada angka 50. Pecahan uang Rp 100.000 terdapat kombinasi warna kuning dan hijau pada angka 100.

Gambar tersembunyi (lantent image) adalah tulisan BI yang dapat dilihat dari arah yang berbeda pada pecahan uang Rp 100.000, Rp 50.000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000.

Selanjutnya, cara diraba, dengan teknik cetak khusus. Pada gambar lambang negara Garuda Pancasila, angka nominal, huruf terbilang, frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan tulisan Bank Indonesia akan terasa kasar bila diraba.

Khusus untuk penyandang tuna netra, ada kode berupa pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang yang akan terasa kasar jika diraba.

Penentuan kode tuna netra pada pecahan uang kertas rupiah tersebut melalui konsultasi Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).(*)

Bagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS