Bantuan PKH Disunat, Warga Protes

Chairil Anwar - Sabtu, 22 Februari 2020 22:20
Bantuan PKH Disunat, Warga ProtesLogo PKH Kemensos (sumber: Istimewa)

Kabarsiger.com, Lampung Barat -- Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk keluarga miskin di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS), Lampung Barat diduga disunat. Pemotongan bantuan tersebut dilakukan saat pencairan dengan berbagai dalih oleh petugas. 

Penerima PKH warga Pekon Suoh, SH mengaku jika bantuan yang diterimanya seharusnya Rp250 ribu, namun ia hanya menerima Rp180 ribu. Menurutnya bantuan dipotong oleh petugas PKH setempat. 

"Saat kita mencairkan dana di bank, semuanya senilai Rp250 ribu, dan Rp5.000 memang harus ditinggalkan dalam rekening. Jika dari nilai itu kita tinggalkan kerekening Rp5.000, artinya yang harus kita terima Rp245 ribu, nah ini enggak. Yang kami terima hanya Rp180 ribu sisanya dikemankan," kata dia. 

Pihaknya sangat kecewa dengan adanya pemotongan tersebut, sebab bantuan tersebut nilainya tidak besar. Jika pemotongan dilakukan kepada semua penerima bantuan, maka ia menduga petugas mendapat bagian cukup besar. 

"Kalau pemotongannya standar, atau hanya tanda terimakasih kami juga maklum, karena yang mengurus kami untuk mendapatkan, itu termasuk ada usaha para petugas, tapi kalau dipatok Rp65 ribu per orang, itu sangat memberatkan kami selaku penerima," kata dia. 

Sementara itu, Koordinator PKH Kecamatan BNS, Boy Adi Jaya mengatakan, jika dalam penerimaan PKH itu tidak ada pemotongan, dan hal ini akan dilakukan klarivikasi terlebih dahulu kepada petugas yang ada di pekon. 

"Kami akan melakukan pemanggilan terlebih dahulu kepada petugas yang ada di pekon, jika memang ada yang nakal itu tidak dibenarkan, karena PKH ini gunanya untuk meringankan keluarga yang tidak mampu dan juga membantu orang tua untuk menyekolahkan anaknya," kata dia. (*) 

Laporan Kontributor Kabarsiger.com, Faria Ali.

Bagikan
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Lihat semua artikel

RELATED NEWS