Waspada! Ini Trik yang Dilancarkan Iklan Agar Anda Terhipnotis untuk Belanja

2022-11-24T06:52:28.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Ilustrasi belanja online.
Ilustrasi belanja online.

BANDAR LAMPUNG - Ketika Anda memutuskan untuk lebih berhemat, Anda perlu lebih waspada dan cermat apalagi ketika melihat konten-konten yang bertebaran di media sosial. 

Konten tersebut akan tampak seperti konten berbagi pada umumnya, namun ternyata merupakan iklan yang akan membuat Anda tertarik untuk berbelanja.

Sudah diketahui sejak lama bahwa periklanan dan industri sering menggunakan trik psikologi dan teknologi untuk ‘mengelabui’ calon konsumen agar tertarik membeli barang mereka. Berikut beberapa trik iklan yang akan membuat Anda selalu terjebak untuk berbelanja.

Trik Iklan yang Membuat Konsumen Selalu Belanja

1. Menciptakan Rasa Kelangkaan

Penjual barang biasanya akan meluncurkan barang dalam jumlah yang terbatas ketika awal-awal menjual produk tersebut. Hal ini akan membuat konsumen jadi tergoda untuk membeli karena takut kehilangan kesempatan dan benar-benar menganggap bahwa barang tersebut memiliki kualitas yang lebih tinggi.

Kelangkaan juga berlaku untuk penawaran berjangka waktu. Misalnya, 10 menit tersisa untuk mengklaim diskon Anda. Hal ini bisa jadi jauh lebih efektif daripada iklan yang hanya menawarkan diskon saja. Pada kenyataannya, seringkali sebetulnya tidak ada batasan jumlah atau batasan waktu, tetapi pengiklan tetap membuat klaim ini karena memang mengetahui efek yang akan ditimbulkannya.

2. Membandingkan Harga

Pengiklan dapat membuat materi iklan yang memberi tahu pembeli bahwa ada sesuatu yang sangat berharga pada produk tersebut. Hal ini akan membuat orang-orang secara alami akan mengaitkan angka atau harga tersebut dengan nilai barang. Kemudian pengiklan akan menunjukkan harga yang lebih rendah yang mereka tawarkan.

Banyak pengiklan melakukan hal tersebut dan memastikan bahwa Anda merasakan efek FOMO atau takut ketinggalan dengan mengatakan bahwa penawaran tersebut hanya untuk pelanggan terbatas.

3. Menggunakan Psikologi Harga

Psikologi harga artinya strategi penetapan harga berdasarkan teori bahwa harga tertentu memiliki dampak psikologis pada seseorang. Hal ini biasanya diterapkan dengan cara menetapkan harga ganjil pada produknya, contohnya seperti sebuah dompet harga Rp499.000 akan tampak lebih masuk akal daripada harga Rp500.000.

4. Membuat Masalah Palsu

Dalam taktik ini, pengiklan mencoba menampilkan masalah yang tidak diketahui kepada konsumen. Hal ini kemudian akan membuat konsumen takut yang akhirnya memberi produk penjual. Biasanya trik ini digunakan oleh produk dan barang kesehatan.

5. Memikat Pembeli dengan Barang Gratis

Pada umumnya, pembeli membutuhkan waktu untuk memikirkan apakah suatu barang atau layanan memiliki dampak yang berarti untuk hidup mereka. Hal ini ternyata juga dimanfaatkan oleh penjual produk dalam menawarkan jasa atau produknya seperti memberi penawaran uji coba satu bulan secara gratis.  (*)