Tren Cashless Society dan Cara Atur Keuangan yang Bisa Dilakukan

2021-11-21T07:15:55.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Yunike Purnama

Maraknya era tren cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai saat ini melahirkan sejumlah fenomena di kalangan generasi milenial.
Maraknya era tren cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai saat ini melahirkan sejumlah fenomena di kalangan generasi milenial.

BANDARLAMPUNG - Maraknya era tren cashless society atau masyarakat tanpa uang tunai saat ini melahirkan sejumlah fenomena di kalangan generasi milenial. Pada dasarnya, cashless society adalah sebutan untuk kumpulan orang-orang yang tidak lagi menggunakan uang tunai untuk bertransaksi sehari-hari.

Diketahui, orang-orang ini akan menggunakan kartu kredit, debit, atau aplikasi keuangan yang sedang marak di era digital. Inovasi ini sejatinya sangat bermanfaat dan membantu kehidupan bermasyarakat. Era tanpa uang tunai sendiri memang ditandai dengan kemudahan dan keefektifan.

Namun, di balik sejumlah manfaat positif, ternyata hal itu dapat memicu lahirnya sifat boros dan hedonisme di kalangan milenial. 

Dengan adanya digitalisasi finansial, milenial banyak yang mudah untuk mengeluarkan uang. Hal itu tentu saja dapat menjadi masalah besar bagi generasi milenial jika mereka tidak mengatur keuangannya dengan lebih bijak.

Alasan Tren Cashless Society Digandrungi Milenial

Hal utama maraknya sistem tren cashless society pada zaman sekarang adalah karena kemudahan dan efisiensi yang ditawarkannya. Bukan hanya cara penggunaannya, kemudahan itu juga ditawarkan ketika membuatnya. Pasalnya, saat ini banyak penyedia jasa tanpa uang tunai yang memudahkan masyarakat memiliki sistem ini hanya dengan mendaftar pada smartphone.

Kemudian, untuk mengisi ulang pun sangat mudah dan banyak yang dapat digunakan, mulai dari ATM, mobile banking, sampai mini market terdekat.

Di samping itu, sistem ini pun dinilai lebih efisien sebab orang-orang dapat melakukan hal apa saja hanya dengan satu aplikasi. Tidak hanya itu, orang-orang juga tidak perlu lagi membawa dompet ke mana pun sebab hanya dengan modal smartphone, mereka dapat membayar apa saja, mulai dari makanan sampai beli bensin.

Setelah menerima penghasilan, biasanya anak muda akan seringkali merasa kesulitan untuk melakukan investasi. Boleh jadi, hal itu disebabkan oleh banyak yang mengira bahwa berinvestasi harus dilakukan setelah gaji selesai dipakai untuk pos-pos tertentu.

Padahal, mestinya, agar dapat mengalokasikan dana untuk pengeluaran sehari-hari, dana menabung, atau investasi, hal itu harus dilakukan langsung setelah gaji didapatkan. Karena itu, bagi mereka yang merasa sulit menabung uang, mungkin hal itu karena salah melakukan investasi.

Saat ini, keberadaan sistem tanpa uang tunai bisa sangat membantu untuk melakukan alokasi dana tersebut. Pasalnya, sesaat setelah gajian, Anda dapat langsung mentransfer sejumlah uang untuk ditaruh di dompet digital. Misalnya, untuk uang makan, transportasi, atau berbelanja online.

Namun, harus diingat bahwa Anda mesti konsisten bahwa hanya akan menggunakan sistem tanpa uang tunai ini untuk melakukan hal-hal di atas. Pastikan juga untuk menaruh dana yang memang pas dengan kebutuhan agar nantinya tidak harus selalu isi ulang.

Banyak Promo yang Membuat Hemat
 

Bagi Anda yang sudah masuk ke dalam tren tanpa uang tunai, pasti sudah sangat tahu bahwa banyak sekali promo yang ditawarkan perusahaan penyedia cashless. Tidak tanggung-tanggung, bahkan ada pula yang memberikan cashback hingga 50%.

Tentu saja hal itu sangat menarik karena dapat Anda kamu lebih berhemat. Hal tersebut juga yang menjadi alasan sistem tanpa uang tunai sangat populer di kalangan anak muda.

Bertransaksi lewat sistem tanpa uang tunai membuat Anda tidak perlu untuk membawa uang tunai banyak di dompet. Hal itu tentu saja mencegah adanya kejahatan, seperti pencopetan, jambret dan, sebagainya.

Dalam hal ini, Anda hanya perlu menggunakan smartphone, yang biasanya akan terus ada di tangan. Di samping aman dari kejahatan, sistem tanpa uang tunai pun dapat membuat Anda “aman kantong” sebab tidak adanya uang tunai yang mendorong Anda untuk mengeluarkan uang.

Saat ini, aplikasi-aplikasi bersistem tanpa uang tunai pun telah dilengkapi dengan cyber security yang mumpuni sehingga tidak perlu khawatir akan bocornya data-data Anda ke publik. Namun, tetap disarankan untuk aplikasi-aplikasi yang memang sudah jelas rekam jejaknya.

Kemudahan Payment

Sistem tren cashless society bukan hanya dapat dilakukan untuk di dalam negeri sebab ada pula aplikasi yang menyediakan jasa payment di luar negeri. Bukan itu saja, dengan memakai cashless, tarif pertukaran uang pun dinilai lebih stabil dan murah.

Karena itu, Anda nantinya tidak perlu lagi menukarkan uang dengan mata uang negara tujuan. Cukup dengan membawa smartphone, Anda dapat bertransaksi dengan mudah dan praktis.

Cara Mengatur Keuangan yang Bisa Dilakukan

Cara pertama ini sangat penting untuk Anda lakukan sebab dengan memiliki sebuah rencana keuangan, hal itu akan membantu Anda untuk memahami kebutuhan finansial setiap bulan. Cara mengatur keuangan juga sangat mudah, antara lain, Anda dapat membuat daftar tentang semua kebutuhan yang diperlukan setiap bulannya, fokus kepada kebutuhan primer dan sekunder terlebih dahulu, dan kalau masih cukup, dana itu bisa dialokasikan untuk kebutuhan tersier.

Hal itu jelas akan sangat membantu Anda untuk menyusun skala prioritas. Cara lainnya dengan menerapkan rumus 50-20-30. Rumus itu dapat sangat membantu Anda untuk membagi porsi pengeluaran sesuai kebutuhan. Maksud dari rumus itu, sebanyak 50% dari gaji bulanan Anda digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 20% alokasikan untuk menabung atau investasi, dan sisanya 30% digunakan untuk kebutuhan pribadi atau memenuhi gaya hidup.

Cara mengatur keuangan ini hanya punya satu kunci utama, yakni konsistensi. Maka dari itu, lakukanlah hal ini dengan disiplin sehingga kehidupan finansial Anda aman.

Gunakan Aplikasi Pengatur Keuangan

Selain perlu konsistensi, disiplin, dan tekad yang kuat, Anda pun harus membuat segala daftar kebutuhan, mengelompokkan pengeluaran yang dibutuhkan dan juga pemasukan setiap bulannya saat mengatur keuangan.

Bagi Anda yang kurang terbiasa melakukan kegiatan pembukuan pasti akan kebingungan dan memerlukan banyak waktu untuk menjalaninya. Namun, di era tanpa uang tunai seperti sekarang, ada banyak pilian aplikasi keuangan yang mudah diunduh di smartphone.

Aplikasi-aplikasi keuangan itu dibuat sedemikian rupa untuk membantu Anda mengatur keuangan dengan mudah. Biasanya, di aplikasi ini Anda hanya akan diminta untuk memasukkan angka ke dalam list-list yang telah dibuat sebelumnya. Kemudian, sistem akan menghitung sendiri kalkulasinya.

Segera Lunasi Cicilan dan Utang

Era cashless society memang memudahkan siapa pun untuk menyicil dan menggunakan keuntungan dari program itu. Misalnya, saat ini sudah banyak program cicilan kartu kredit dengan bunga 0% yang tentu saja tampak menggiurkan.

Bukan itu saja, tanpa kartu kredit dan hanya menggunakan aplikasi smartphone pun Anda dapat memperoleh pinjaman untuk jalan-jalan, makan, dan hal konsumtif lainnya, atau yang sekarang sering disebut Paylater.

Tentu saja Anda boleh menggunakan program atau fitur itu, tetapi tetap harus konsisten dalam membayar cicilannya setiap bulan. Oleh sebab itu, cara mengatur keuangan berikutnya adalah segera melunasi cicilan dan jangan menumpuknya. Pasalnya, sering menunda membayarnya dapat menyebabkan bengkaknya tagihan.

Dengan rutin membayar cicilan, beban utang tentu saja akan cepat berkurang dan bisa membangun kredit positif dari SLIK sehingga memudahkan Anda melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kredit ke depannya.

Investasi sangat baik dilakukan sedini mungkin, tetapi banyak orang tidak memahaminya. Wajar saja hal itu terjadi sebab memang tidak sedikit orang beranggapan bahwa investasi memerlukan banyak modal dan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki banyak uang.

Namun, hal di atas tentu tidak benar sebab meski setiap bulannya rutin menabung, Anda pun sangat disarankan untuk memulai investasi, yakni dari skala terkecil terlebih dahulu. Uang tabungan Anda pun hanya berguna hanya untuk menjaga uang tersebut tetap utuh, tetapi tidak dapat meningkatkan nilai mata uang.

Hal itu juga dikhawatirkan tak akan mampu menghadapi inflasi yang terjadi di masa mendatang. Inflasi yang terjadi setiap tahunnya bisa mencapai 10—15%, tetapi bunga yang Anda dapatkan dari tabungan mungkin saja tak sampai 5%.

Karena itu, berinvestasi dapat meningkatkan nilai mata uang Anda di masa depan. Pada era cashless society ini, sudah banyak kemudahan dalam berinvestasi yang bisa dilakukan oleh kaum milenial, mulai dari investasi reksa dana, saham, obligasi, dan seterusnya.(*)