Ternyata Ini Alasan Generasi Milenial dan Gen Z Suka Utang

2023-07-05T17:55:25.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Redaksi

Generasi milenial maupun gen Z diketahui memiliki utang jauh lebih banyak dibandingkan dengan generasi boomers.
Generasi milenial maupun gen Z diketahui memiliki utang jauh lebih banyak dibandingkan dengan generasi boomers.

JAKARTA - Generasi milenial dan gen Z diketahui payah dalam hal mengatur keuangan. Pasalnya, baik generasi milenial maupun gen Z diketahui memiliki utang jauh lebih banyak dibandingkan dengan generasi boomers.

Kondisi seperti ini tentu saja ada sebabnya. Salah satunya adalah gaya hidup generasi sekarang berbeda dengan gaya hidup generasi sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar anak muda memiliki gaya hidup boros dan tidak memikirkan investasi untuk kehidupan di masa yang akan datang.

Statistik Fintech P2P Lending OJK pada bulan Sesember 2022, menunjukan bahwa pinjaman dari FinTech pendanaan bersama juga disalurkan kepada nasabah usia 19-34 tahun. Artinya, pengguna FinTech pendanaan bersama didominasi oleh generasi milenial dan gen Z.  Jadi, tidak heran lagi jika kedua gerenasi tersebut suka utang.

 

Lantas, mengapa kedua generasi tersebut suka utang? Berikut ulasannya.  

Kemajuan Teknologi

Di masa sekarang, banyak aplikasi digital yang memberikan kemudahan akses dalam mengajukan pinjaman seperti FinTech pendanaan bersama serta paylater. Dahulu, jika ingin mengajukan pinjaman harus bertatap muka dan begitu sulit. Berbeda dengan sekarang, pinjaman dapat dilakukan secara digital. Bahkan persyaratannya jauh lebih mudah, praktis dan cepat.

Selain aplikasi pinjaman, ada pula aplikasi untuk belanja online yang berupa e-commerce dan aplikasi lainnya. Sekarang, jika Anda ingin berbelanja dapat dilakukan dengan mudah. Apalagi jika aplikasi tersebut menawarkan paylater, yang mana bisa membeli terlebih dahulu lalu membayarnya nanti.

Kemungkinan untuk mengakses produk dan layanan dengan mudah seperti yang telah disebutkan, dan tanpa berpikir panjang mempertimbangkan dampak jangka panjang, hal ini menjadi penyebab kedua generasi mengandalikan utang. Secara tidak sadar, kegiatan tersebut termasuk dalam utang konsumif. Maka dari itu, penting menyikapi dengan bijak adanya kemajuan dan kemudahan pada teknologi.

Profil Usia Produktif

Sebagai kelompok usia produktif yang bekerja dan memiliki pendapatan, mereka berpikir tidak masalah jika beruutang karena nanti pasti bisa membayarnya. Padahal, kita tidak tahu ke depan akan seperti apa. Beberapa dari mereka, generasi milenial dan gen Z memiliki uang untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan berbelanja. Hanya saja mereka belum cakap mengatur finansial. Hal seperti ini cenderung menjadi konsumtif.

Lantas, jika pendapatan yang dimiliki saja tidak cukup untuk membiayai pengeluaran tersebut, uutang menjadi solusi sementara. Dari sini timbul masalah besar. Sebagai contoh, ingin membeli gadget keluaran terbaru dan canggih, otomatis harganya mahal. Alhasil, mereka beruutang terlebih dahulu dengan dalih akan membayar jika telah menerima gaji. Nyatanya, hal tersebut tidak baik. Jika tidak pandai mengatur keuangan, justru malah membebani di masa yang akan datang.

Biaya Pendidikan yang Selalu Meningkat

Beban kuliah yang signifikan dapat mempengaruhi keputusan kedua generasi tersebut dalam masalah keuangan. Banyak dari kedua generasi tersebut mengambil pinjaman pendidikan dengan jumlah besar dan dibayarkan setelah lulus.

Minim Literasi Keuangan

Dalam hal ini akan membuat sulit untuk menabung serta berinvestasi. Generasi milenial dan gen Z kian cenderung menggunakan produk pinjaman secara tidak bijak. Maka dari itu, kita harus melek keuangan, lebih selektif dalam mengatur pengeluaran, dan mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan agar tidak terjerumus lilitan utang.(*)