Subvarian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia

2022-06-12T09:23:51.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

coronavirus-4833754_640.jpg
Ilustrasi virus corona varian omicron.

JAKARTA – Subvarian baru dari Omicron yaitu BA.4 dan BA.5 sudah terdeteksi di Indonesia. Subvarian ini diketahui memiliki gejala yang lebih ringan pada pasien yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

Dilansir dari laman Sehat Negeriku, ada 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5. Kasus pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022.

Empat kasus itu terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta vaksinasi sudah dua kali. Sisanya 3 orang kasus positif BA.5.

Mereka merupakan pelaku perjalanan luar negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei. 

Kondisi klinis dari tiga orang itu antara lain dua orang tidak bergejala dan satu orang mengalami gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin Booster bahkan sampai ada yang 4 kali divaksin Covid-19.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan di tingkat global secara epidemiologi subvarian BA.4 sudah dilaporkan sebanyak 6.903 sekuens melalui GISAID. Laporan tersebut berasal dari 58 negara dan ada 5 negara dengan laporan BA.4 terbanyak, antara lain Afrika Selatan, Amerika Serikat, Britania Raya, Denmark, dan Israel.

Sedangkan BA.5 sudah dilaporkan sebanyak 8.687 sekuens dari 63 negara. Ada 5 negara dengan laporan sekuens terbanyak yaitu Amerika, Portugal, Jerman, Inggris, dan Afrika Selatan.

“Dari laporan itu disampaikan bahwa transmisi BA.4 maupun BA.5 memiliki kemungkinan menyebar lebih cepat dibandingkan subvarian omicron BA.1 dan BA.2. Kemudian tingkat keparahan dari BA.4 dan BA.5 disampaikan tidak ada indikasi menyebabkan kesakitan lebih parah dibandingkan varian omicron lainnya,” kata dr. Syahril dikutip pada 11 Juni 2022.

Ada 3 negara yakni Afrika Selatan, Portugal, dan Chili, yang mengalami kenaikan kasus Covid-19 dikaitkan dengan meningkatnya kasus BA.4 dan BA.5. Sementara di Indonesia kasus adanya BA.4 dan BA.5 dimulai di awal Juni 2022.

Menurut dr. Syahril, yang perlu diwaspadai yaitu immune escape, artinya imunitas seseorang memiliki kemungkinan lolos dari perlindungan kekebalan yang disebabkan oleh infeksi varian omicron. (TA)

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Justina Nur Landhiani pada 11 Jun 2022