Dapat Restu Private Placement, Merdeka Copper Gold Akuisisi Perusahaan Tambang Nikel dan Emas

2022-06-10T20:36:22.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

IMG_20220610_201436.jpg
Presiden Direktur MDKA Albert Saputro saat memberikan paparan dalam public expose hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa yang digelar virtual pada Jumat, 10 Juni 2022.

JAKARTA – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan mengeluarkan maksimal 2,29 miliar lembar saham atau maksimal 10% dari jumlah seluruh modal ditempatkan atau disetor MDKA pada tanggal Pengumuman RUPSLB MDKA.

“Persetujuan private placement ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas pendanaan untuk perseroan dalam pengembangan kegiatan usaha dan mendukung potensi ekspansi. Hingga saat ini, kami masih terus melakukan pengembangan di aset-aset utama kami, termasuk melihat peluang pengembangan di sektor potensial,” ujar Presiden Direktur MDKA Albert Saputro dalam public expose hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa yang digelar virtual pada Jumat, 10 Juni 2022.

Dengan persetujuan tersebut, MDKA secara aktif mengoptimalkan pendanaan yang diterima untuk pengembangan kegiatan usaha serta mendukung potensi ekspansi bisnis. Bahkan dalam tiga bulan pertama 2022, MDKA telah melakukan dua akuisisi besar yaitu PT Hamparan Logistik Nusantara dan PT Andalan Bersama Investama.

PT Hamparan Logistik Nusantara memiliki aset nikel dengan cadangan bijih nikel salah satu terbesar di dunia dan aset smelter nikel yang telah beroperasi dengan total transaksi lebih dari Rp5,7 triliun. Sementara, PT Andalan Bersama Investama memiliki Kontrak Karya Pani dengan total transaksi sebesar Rp1,1 triliun.

Albert menambahkan, MDKA aktif mengoptimalkan potensi pendanaan untuk mendukung pengembangan bisnis. Hingga 31 Maret 2022, MDKA tercatat memiliki saldo kas senilai US$122 juta dengan fasilitas utang yang belum ditarik sebesar US$100 juta dari fasilitas kredit bergulir (revolving credit facility) dengan PT Bank UOB Indonesia, The Korean Development Bank, dan PT Bank Mizuho Indonesia. MDKA juga berhasil meraup dana segar senilai total US$882 juta dari berbagai aksi korporasi seperti right issue, penerbitan obligasi dalam mata uang Rupiah, dan fasilitas utang per 16 Mei 2022.

Dalam tiga bulan pertama di 2022, perseroan telah berhasil melakukan akuisisi 50% kepemilikan Lion Selection Asia Limited (LSA) di PT Pani Bersama Jaya (PBJ), yang menjadikan kepemilikan ekonomis MDKA pada Proyek Emas Pani meningkat menjadi 70%.

Selanjutnya, hingga saat ini, MDKA juga telah merampungkan akuisisi 55,67% kepemilikan saham di PT Hamparan Logistik Nusantara (HLN) melalui anak usahanya yakni PT Batutua Tembaga Abadi (BTA), di mana HLN telah mengakuisi proyek tambang nikel dengan cadangan bijih nikel terbesar di dunia dan aset pemurnian nikel yang telah beroperasi.

Perseroan juga melakukan investasi di nikel, kobalt, dan tembaga yang akan terus berlanjut dan berkembang seiring dengan kemitraan strategis yang terjalin dengan Hong Kong Brunp Catl Co. Ltd., pemasok terbesar dunia untuk baterai kendaraan listrik.

Kinerja Keuangan MDKA

Corporate Secretary MDKA Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan dari sisi keuangan dan operasional, MDKA mencatatkan kinerja cemerlang pada Kuartal I 2022. MDKA berhasil memproduksi 33.968 ounces emas yang meningkat hingga 104,8% dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 16.585 ounces. Produksi tembaga MDKA juga meningkat sebesar 111,6% dari 2.489 ton di Kuartal I 2021 menjadi 5.267 ton di periode yang sama di tahun ini.

Pada Kuartal I 2022 ini, MDKA juga berhasil mencatatkan laba sebesar US$65,41 juta yang melonjak signifikan dari sebelumnya merugi US$6,34 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

MDKA juga menorehkan pendapatan yang lebih kuat yang dicerminkan oleh capaian EBITDA sebesar US$105 juta dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$25 juta. Perolehan laba dan EBITDA ini didorong oleh eksistensi dan operasional aset MDKA yakni, Tambang Emas Tujuh Bukit  dan Tambang Tembaga Wetar.

Sepanjang 2022, Tambang Emas Tujuh Bukit ditargetkan memproduksi pada kisaran 100.000 ounces hingga 120.000 ounces emas dengan AISC sebesar US$1.000 per ounce hingga US$1.100 per ounce, setelah dikurangi kredit perak. Per 31 Maret 2022, sebanyak 49.217 ounces emas dilindung nilai dengan harga rata-rata US$1.864 per ounce untuk periode April 2022 sampai dengan Juni 2023.

Adapun, Tambang Tembaga Wetar sepanjang 2022 ditargetkan memproduksi di kisaran 18.000 ton hingga 22.000 ton tembaga dengan AISC sebesar US$6.820 per ton hingga US$7.480 per ton. Tingkat produksi akan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya setelah dimulainya penggunaan water treatment plant. Per 31 Maret 2022, sebanyak 2.000 ton tembaga dilindung nilai dengan harga rata-rata US$9.838/ton untuk periode April sampai dengan Juli 2022.

RUPS Setujui Buyback Saham

Adi menambahkan, RUPS juga menyetujui rencana untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham maksimal 0,5% saham dari modal ditempatkan dan disetor MDKA pada tanggal pelaksanaan RUPSLB MDKA dengan alokasi dana maksimal sebesar Rp600 miliar.

Buyback saham akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu maksimal 18 bulan sejak disetujui oleh RUPSLB. Buyback saham ini dilakukan sehingga MDKA dapat memiliki fleksibilitas yang memungkinkan MDKA memiliki mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham MDKA jika harga saham MDKA tidak mencerminkan nilai/kinerja MDKA yang sebenarnya.

RUPS juga menetapkan perubahan susunan Dewan Komisaris yakni mengangkat Tang Honghui sebagai Komisaris Perseroan menggantikan Richard Bruce Ness yang mengundurkan diri. (EP)