Rumah Atsiri Indonesia, Destinasi Wisata Edukasi Tanaman Wangi di Jawa Tengah

2021-11-08T21:21:24.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

1636379587865.jpg
Pintu masuk lokasi wisata Rumah Atsiri Indonesia, Karanganyar, Jawa Tengah.

KARANGANYAR – Indonesia dikenal memiliki tanah yang subur dengan keanekaragaman hayati tanaman. Terdapat sekitar 40.000 jenis tanaman yang hidup di Tanah Air. Di antara tanaman tersebut ada yang dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat-obatan, juga sebagai minyak atsiri atau minyak esensial.

Tanaman yang biasa digunakan sebagai bahan dasar minyak atsiri adalah sereh, lemon, jeruk, jahe, kayu cendana, melati, dan masih banyak tanaman lainnya. Minyak atsiri memberikan manfaat dan aroma yang berbeda sesuai jenis tanaman yang digunakan sebagai bahan utama.

Jika Anda ingin mengenal lebih jauh wewangian minyak atsiri dari berbagai tanaman dan bagaimana cara mengolahnya, Anda bisa berkunjung ke Rumah Atsiri Indonesia yang berada di Desa Plumbon, Jl. Watusambang, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sejarah Berdirinya Rumah Atsiri

Rumah Atsiri Indonesia merupakan hasil revitalisasi Pabrik Citronella yang berdiri pada tahun 1963. Pabrik Citronella saat itu dibangun atas kerja sama Pemerintah Indonesia dan Bulgaria untuk mengolah minyak atsiri dengan bahan utama sereh wangi atau citronella.

Pada 1986 Pabrik Citronella tersebut sempat pindah tangan dari pihak pemerintah ke swasta. Lalu pada 2015 pabrik ini telah berhenti beroperasi karena adanya masalah dengan ketersediaan bahan baku dan perekonomian.

Tidak mau dibiarkan terbengkalai begitu saja, PT Rumah Atsiri Indonesia mengambil alih dan merevitalisasi bangunan pabrik menjadi tempat rekreasi Rumah Atsiri. Rumah Atsiri mulai dibuka untuk umum pada Mei 2018.

“Awal mulanya pemilik senang sama bangunannya, dia arsitek. Terus setelah itu kita dalami lagi sampai akhirnya terpikir untuk membuka ini,” ungkap Caecilia Ruth, Guest Relation Officer Rumah Atsiri Indonesia dikutip dari Liputan6.com, Rabu (23/10/2021).

Rumah Atsiri Indonesia memperkenalkan warisan industri minyak atsiri Indonesia melalui rekreasi yang mengedukasi dengan dilengkapi berbagai fasilitas yang menarik.

Terdapat tiga bangunan pada Rumah Atsiri yang memiliki fungsi masing-masing seperti ruang workshop, taman koleksi tanaman atsiri, dan museum.

Yang menarik, Rumah Atsiri Indonesia tidak mengubah struktur bangunan lama, sehingga masih terasa nuansa bangunan tahun 1960-an. Hanya fungsinya saja yang berubah, seperti bengkel kini menjadi restoran, ruangan boiler menjadi museum dan ruang destilasi sebagai toko merchandise.

Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan di Rumah Atsiri yaitu melihat, mencium, serta mengenali bergam tanaman yang ada di taman aromatik. (Instagram @rumahatsiri)

Ada Puluhan Jenis Tanaman Atsiri

Di tamannya, Rumah Atsiri Indonesia kini memiliki lebih dari 90 jenis tanaman atsiri dari total 400 jenis. Beberapa di antaranya adalah cengkeh, cendana, serai wangi, sereh dapur, rosemary, akar wangi, dan tanaman mudah menguap lainnya.

Jika Anda berkunjung ke Rumah Atsiri Indonesia, Anda bisa merasakan sensasi langsung mencium, meraba hingga mengolah sebuah tanaman menjadi minyak atsiri. Petualangan Anda juga akan dibantu oleh pemandu yang akan membawa Anda menjelajahi berbagai ruangan dan menemani melakukan aktivitas.

Rumah Atsiri Indonesia juga menyediakan workshop yang bisa dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa. Workshop yang dilakukan oleh anak-anak adalah pembelajaran untuk membuat slime dan clay yang akan dicampur dengan minyak esensial. Sedangkan, orang dewasa akan diajarkan cara pembuatan produk yang menggunakan tanaman atsiri seperti membuat minyak telon dan bath bomb.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengikuti workshop adalah Rp100 ribu, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa. Kegiatan ini akan memakan durasi 1,5 jam. Sebelum mengikuti workshop, peserta akan diajak untuk tur ke taman koleksi dan diberi pengetahuan terlebih dahulu.

Anda juga bisa membeli oleh-oleh di toko souvenir yang menyediakan minyak esensial buatan Rumah Atsiri Indonesia.  Tersedia 21 aroma minyak atsiri yang dapat Anda beli. Tak hanya itu, pemberdayaan masyarakat lokal juga dilakukan dengan bekerja sama dengan UMKM untuk penjualan makanan ringan.

“Kita di sini juga merekrut 80 persen masyarakat sekitar sini untuk petugas,” ujar Caecilia.

Tak sampai di situ, Anda juga bisa berkunjung ke perpustakaan yang berisikan buku mengenai tanaman dan minyak atsiri, ruangan pembibitan serta Marigold Plaza. Di Marigold Plaza, Anda akan disuguhkan dengan bunga Marigold warna kuning yang mekar selama dua minggu dalam sebulan dan cocok untuk dijadikan tempat swafoto.

Marigold plaza, salah satu spot yang ada di Rumah Atsiri Indonesia. (Instagram @rumahatsiri)

Jam Operasional Rumah Atsiri

Waktu operasional Rumah Atsiri Indonesia yakni setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Rumah Atsiri Indonesia tidak menyediakan tiket masuk, namun menggantinya dengan voucher yang harus dibeli sebesar Rp50 ribu per orang. Voucher ini dapat digunakan pengunjung untuk berbelanja, baik di toko souvenir, restoran, atau membayar workshop.

Selama pandemi, Rumah Atsiri Indonesia menerapkan protokol kesehatan ketat yakni 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) guna memastikan segala aktivitas mereka memenuhi unsur Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Pembatasan pengunjung pun turut dilakukan sebagai kebijakan selama pandemi. Yang selama ini tur dilakukan sebanyak 25 orang, dikurangi hingga 10-15 orang per tur. Untuk mendapatkan informasi terbaru terkait operasional dan reservasi Rumah Atsiri Indonesia, simak melalui akun Instagram @rumahatsiri. 

Jika Anda berkunjung ke Jawa Tengah, sempatkan mampir ke Rumah Atsiri Indonesia untuk mendukung pengembangan destinasi wisata edukasi di Tanah Air. (*)

Artikel ini telah tayang di demfarm.id oleh Eva tanggal 5 November 2021.