Puluhan Tahun Menanti, Jalan Provinsi di Tulang Bawang Diperbaiki

2026-04-06T16:35:43.000Z

Penulis:Eva Pardiana

Editor:Eva Pardiana

Warga menyambut gembira dimulainya pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang..jpeg
Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Senin (6/4/2026)

TULANG BAWANG — Warga menyambut gembira dimulainya pembangunan jalan provinsi ruas Gedong Aji–Umbul Mesir di Kabupaten Tulang Bawang. Setelah puluhan tahun menanti, masyarakat akhirnya melihat perbaikan akses utama yang selama ini mengalami kerusakan parah.

Pembangunan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Senin (6/4/2026). Kegiatan ini disambut antusias oleh pemerintah daerah, kepala desa, dan masyarakat setempat.

Selama kurang lebih 30 tahun, kondisi jalan tersebut menjadi keluhan utama warga. Pada 2026, Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengalokasikan anggaran sebesar Rp135 miliar untuk pembangunan jalan sepanjang 13 kilometer dengan konstruksi rigid beton.

Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa. Kami masyarakat Tulang Bawang mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Wakil Gubernur dan jajaran yang telah hadir di tengah kami,” ujarnya.

Ia menilai alokasi anggaran tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah provinsi kepada masyarakat Tulang Bawang. Menurutnya, besaran anggaran tersebut menjadi yang terbesar yang pernah diterima daerahnya.

“Kami bersyukur atas berkah ini. Semoga Gubernur dan Wakil Gubernur selalu diberikan kesehatan dan kemudahan dalam memimpin Provinsi Lampung,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sumber Agung, Sahel Sa’dullah, mengaku bersyukur atas dimulainya pembangunan jalan yang telah lama dinantikan warga.

“Kami sangat bersyukur. Sudah 30 tahun jalan ini rusak. Kemarin, saat bulan puasa, Pak Gubernur juga sudah melihat langsung kondisinya,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat siap menjaga infrastruktur yang dibangun, termasuk mengawasi kendaraan bermuatan berlebih agar tidak merusak jalan.

“Kalau ada kendaraan yang melebihi tonase, kami akan bersama-sama mencegah,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Surati, salah seorang warga, yang mengaku bahagia dengan dimulainya pembangunan tersebut.

“Kami ini warga transmigrasi sejak tahun 1990-an, baru kali ini jalan diperbaiki. Terima kasih untuk Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur,” katanya. (*)