PTPN I Sukses Produksi 32 Juta Liter Bioetanol

2026-01-25T15:18:53.000Z

Penulis:Eva Pardiana

1002490043.jpg
PT Energi Agro Nusantara (Enero), anak usaha PTPN I, sukses memproduksi 32 juta liter bioetanol sepanjang kinerja 2025.

JAKARTA – PT Energi Agro Nusantara (Enero), anak usaha PTPN I, sukses memproduksi 32 juta liter bioetanol sepanjang kinerja 2025. Angka ini melampaui kapasitas terpasang pabrik yang sebesar 30 juta liter atau meningkat dua juta liter. Pencapaian tersebut mengonfirmasi kesiapan PTPN I dalam memasuki era transisi dari energi fosil menuju energi hijau, sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo tentang kedaulatan energi.

Dalam annual report-nya, PT Enero menutup tahun 2025 dengan sangat optimistis. Selain mampu melampaui target produksi, perusahaan yang diinisiasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM berbasis energi fosil ini juga berhasil memurnikan kadar etanol hingga mencapai 99,9 persen. Produk dengan tingkat kemurnian tinggi tersebut semakin memperkuat kepercayaan para pemangku kepentingan, terutama produsen otomotif, dalam memberikan rekomendasi penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan apresiasi khusus kepada manajemen PT Enero. Menurut Teddy, Enero menjadi salah satu duta penting PTPN I dalam mendukung pemerintah mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Di tengah urgensi global untuk menekan emisi karbon dan mempercepat transisi energi menuju keberlanjutan, kemandirian energi hijau kini menjadi agenda krusial bagi kedaulatan bangsa. PTPN I berkomitmen menjadi pionir dalam penyediaan bahan bakar nabati (BBN) melalui penguatan unit bisnis strategis di sektor biofuel. Enero adalah duta kami dalam memproduksi bioetanol berkualitas tinggi,” kata Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Teddy menegaskan, kinerja cemerlang ini merupakan bentuk dukungan penuh korporasi terhadap implementasi program mandatori bioetanol yang dicanangkan pemerintah. Dengan produksi melampaui target dan kualitas melebihi ambang batas toleransi 99,2 persen, Enero memberikan sinyal kuat kesiapan untuk menerima tantangan peningkatan kapasitas produksi guna memenuhi kebutuhan nasional.

“Performa gemilang ini menumbuhkan optimisme kami bahwa kinerja tahun 2026 akan lebih tinggi lagi. Bahkan, jika terdapat mandatori dari pemerintah, kami siap melakukan ekspansi ke kapasitas yang lebih besar. Sebab, secara infrastruktur, teknis, dan operasional, PTPN I telah berada pada level kesiapan tertinggi untuk menjawab tantangan kemandirian energi masa depan,” ujarnya.

Teddy menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil transformasi berkelanjutan di seluruh lini produksi. Tahun 2025 menjadi fase pembuktian dengan catatan produksi yang melampaui kapasitas terpasang. Memasuki tahun 2026, pihaknya berkomitmen menjaga momentum tersebut dengan target produksi minimal 30 juta liter.

“Hingga saat ini, kontrak on hand kami telah mencapai 13,5 juta liter atau sekitar 50 persen dari target tahunan,” ujar Teddy.

Namun demikian, Teddy juga menggarisbawahi bahwa akselerasi industri biofuel nasional memerlukan sinkronisasi kebijakan yang kuat antar-pemangku kepentingan.

“Kami siap mengutilisasi seluruh kapasitas produksi jika program mandatori berjalan penuh. Fokus kami saat ini adalah mendorong terciptanya regulasi yang kompetitif, terutama terkait insentif cukai, agar bioetanol domestik memiliki daya saing yang kuat di tengah gempuran produk impor,” tegasnya.

Mengomentari pencapaian tersebut, Komisaris Utama PT Enero, Tuhu Bangun, menyatakan optimismenya. Ia mengatakan, PT Enero yang didirikan pada 2013 melalui kerja sama Kementerian Perindustrian dengan NEDO (New Energy and Industrial Technology Development Organization) Jepang, memang diikhtiarkan pemerintah untuk merintis konversi BBM masa depan berbasis tanaman.

Menurut Tuhu, kebijakan pemerintah yang segera menerapkan pencampuran etanol ke dalam BBM merupakan kesempatan besar bagi Enero untuk menatap masa depan.

“Saat ini adalah titik strategis bagi Enero menjemput masa depan terbaik. Bukan sekadar bisnis, tetapi juga masa depan bangsa menuju kemandirian energi, masa depan dunia menuju zero emission, dan masa depan kesejahteraan karyawan. Itu adalah tujuan yang ingin dicapai sejak awal berdiri. Saya tahu persis karena saat itu menjadi salah satu inisiator dalam memanfaatkan molases PG Gempolkrep yang melimpah,” kata Tuhu Bangun.

Direktur PT Enero, Puji Setiyawan, menyampaikan terima kasih kepada pemegang saham dan seluruh elemen perusahaan. Ia mengatakan, keunggulan teknologi serta mitigasi operasional yang dijalankan telah sejalan dengan visi strategis induk perusahaan.

"Keunggulan PT Enero terletak pada spesifikasi pabrik yang sejak awal didesain khusus untuk menghasilkan fuel grade (standar bahan bakar). Hal ini memungkinkan kami menyuplai kebutuhan campuran BBM nasional secara langsung tanpa perlu modifikasi fasilitas yang memakan waktu lama. Ini berbeda dengan mayoritas pabrik lain yang masih berbasis food grade," kata Puji.

Untuk menjamin stabilitas produksi menuju 2026, PT Enero memperkuat ketahanan internal melalui mitigasi pada lima pilar utama, yakni kepastian serapan konsumen, ketersediaan bahan baku tebu yang stabil, kelancaran distribusi pupuk organik cair hasil olahan limbah, serta stabilitas pasokan energi dari mitra strategis seperti PLN dan PGN.

“Kami juga menerapkan formulasi khusus untuk menjaga standar kualitas produksi di tengah fluktuasi spesifikasi bahan baku tetes tebu (molases). Dengan fasilitas yang terus kami rawat secara prima, PT Enero optimistis mampu menjaga stabilitas pasokan demi mendukung ketahanan energi nasional,” tambah Puji.

Keberhasilan PTPN I dalam mengelola industri biofuel terintegrasi ini diharapkan menjadi motor penggerak transisi energi nasional. Langkah tersebut juga sejalan dengan roadmap pembangunan pabrik bioetanol baru di berbagai wilayah strategis, termasuk pengembangan di wilayah Glenmore, Banyuwangi, guna mewujudkan Indonesia yang lebih hijau dan mandiri secara energi. (*)