PTPN I Perkuat Hilirisasi dan Merek Produk untuk Perluas Pasar Konsumen

2026-08-31T19:16:46.000Z

Penulis:Eva Pardiana

PTPN I Perkuat Hilirisasi dan Merek Produk untuk Perluas Pasar Konsumen.jpeg
PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan pemasaran produk hilir.

JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) terus memperkuat transformasi bisnis melalui pengembangan pemasaran produk hilir. Seiring terbukanya peluang bisnis hingga menyentuh pasar ritel, perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan komoditas antarkorporasi (business-to-business/B2B), tetapi juga mendorong produk-produk bermerek agar semakin dekat dengan konsumen.

Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan transformasi tersebut menuntut perubahan cara pandang seluruh insan perusahaan, terutama fungsi pemasaran, agar mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan bisnis berbasis nilai tambah.

"Kalau dulu pemasaran PTPN I lebih banyak mengelola transaksi antarkorporasi, bahkan mewakili kerja sama antarpemerintah, sekarang tantangannya jauh lebih besar. Produk-produk PTPN I harus hadir di semua lini pasar. Dari warung kecil, pedagang kaki lima, hingga hotel berbintang, semuanya harus mengenal dan menjual produk kita," ujar Rivai di Jakarta, Senin  (31/8/2026).

Menurutnya, keberhasilan transformasi tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada keterlibatan seluruh karyawan dalam membangun kebanggaan terhadap produk perusahaan.

Ia meminta setiap insan PTPN I memahami karakteristik setiap produk, menggunakan produk perusahaan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjadi duta promosi di lingkungan masing-masing.

"Sebagai insan PTPN I, kita harus menggunakan produk kita sendiri. Kita juga harus memiliki product knowledge yang baik dan menjadi duta promosi di mana pun berada. Kenalkan kepada siapa pun, karena kita percaya kualitas produk PTPN I mampu bersaing. Setiap insan perusahaan harus menjadi pintu masuk terciptanya profit bagi perusahaan," kata doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Rivai juga meminta Direktorat Pemasaran memperluas jangkauan pasar melalui strategi promosi yang lebih kreatif, inovatif, dan berbasis kebutuhan konsumen. Menurutnya, keberagaman komoditas yang dimiliki PTPN I merupakan modal besar untuk membangun perusahaan perkebunan multiproduk yang memiliki daya saing tinggi.

Ia menegaskan, keunggulan perusahaan saat ini tidak lagi diukur semata dari besarnya produksi komoditas, tetapi dari kemampuan mengolahnya menjadi produk bernilai tambah yang memiliki kedekatan dengan konsumen.

"Transformasi bisnis harus diperkuat melalui percepatan hilirisasi, pengembangan merek nasional, serta perluasan akses pasar. Pemasaran tidak lagi sekadar menjual produk, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan kekuatan perkebunan dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen modern," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PTPN I Arif Budiman mengatakan perubahan lanskap industri menuntut perusahaan perkebunan bergerak lebih jauh dari sekadar produsen bahan baku. Menurutnya, perusahaan harus mampu menghadirkan produk yang memiliki identitas, kualitas, dan pengalaman yang membangun kedekatan emosional dengan pelanggan.

"Persaingan industri perkebunan saat ini tidak lagi ditentukan oleh besarnya produksi, tetapi oleh kemampuan perusahaan menciptakan nilai melalui inovasi, diferensiasi produk, dan kekuatan merek. Pemasaran memiliki peran strategis mengubah potensi komoditas menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi," kata Arif.

Ia menjelaskan, PTPN I memiliki portofolio komoditas unggulan yang telah dikenal di pasar domestik maupun internasional, mulai dari karet, teh, kopi, kakao, tembakau hingga cerutu premium. Potensi tersebut terus diperkuat melalui strategi hilirisasi yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah sekaligus membangun identitas produk perkebunan Indonesia.

Penguatan itu diwujudkan melalui pengembangan berbagai merek unggulan perusahaan. Pada sektor teh, PTPN I terus memperkuat Walini melalui inovasi Ready to Drink (RTD) Premium Tea Walini yang menjawab tren konsumsi praktis dan modern. Perusahaan juga menghadirkan Walini Signature Malabar Orange Pekoe Loose Tea, produk premium yang menyasar penikmat teh berkualitas dan pasar hadiah (gifting).

Di sektor kopi, merek Rollas dan Banaran terus dikembangkan sebagai representasi cita rasa autentik kopi Nusantara yang berasal dari perkebunan Indonesia. Sementara pada komoditas tembakau, Golden Djawa dan Cerutu Deli Nusantara diperkuat sebagai produk premium yang membawa warisan panjang tembakau Indonesia ke pasar internasional.

"Pengembangan merek bukan sekadar menciptakan nama produk, tetapi membangun kepercayaan dan hubungan jangka panjang dengan konsumen. Ketika komoditas mampu bertransformasi menjadi produk bermerek yang memiliki kualitas dan karakter kuat, manfaat ekonomi yang dihasilkan akan semakin besar," ujar Arif.

Ia menambahkan, strategi pemasaran PTPN I juga difokuskan pada penguatan brand equity, peningkatan customer experience, perluasan jaringan kemitraan, serta optimalisasi kanal digital untuk memperluas jangkauan pasar.

Keberhasilan pemasaran, lanjut Arif, tidak hanya diukur dari pertumbuhan penjualan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan membangun loyalitas konsumen dan menempatkan produk-produk PTPN I sebagai pilihan utama masyarakat.

"Kami ingin PTPN I tidak hanya dikenal sebagai produsen komoditas perkebunan unggulan, tetapi juga sebagai perusahaan yang memiliki merek-merek nasional yang kuat, inovatif, dan mampu bersaing di pasar global. Masa depan industri perkebunan tidak hanya ditentukan oleh hasil yang dipanen dari kebun, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan nilai hingga sampai ke tangan konsumen," kata Arif.

Penguatan pemasaran, hilirisasi, dan pengembangan merek menjadi bagian dari transformasi PTPN I dalam membangun perusahaan perkebunan modern yang adaptif, berdaya saing global, serta mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi industri perkebunan nasional. (pn)