Perkuat Sinergi dengan BRI, Buka Tabungan Bank Raya Kini Bisa Lewat BRImo

2022-06-30T08:11:58.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Yunike Purnama

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama PT Bank Raya Indonesia Tbk melaksanakan launching Opening Account Bank Raya pada Super Apps BRImo sebagai upaya menjalankan sinergi bisnis.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama PT Bank Raya Indonesia Tbk melaksanakan launching Opening Account Bank Raya pada Super Apps BRImo sebagai upaya menjalankan sinergi bisnis.

JAKARTA - Sinergitas menjadi salah satu aspek penting bagi BRI Group dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) bersama PT Bank Raya Indonesia Tbk melaksanakan launching Opening Account Bank Raya pada Super Apps BRImo sebagai upaya menjalankan sinergi bisnis.

Peluncuran fitur tersebut sekaligus menjajaki bagian baru transformasi Bank Raya menjadi end-to-end digital provider. Amam Sukriyanto selaku Direktur Bisnis Kecil dan Menengah BRI mengatakan, BRI Group terus mengedepankan layanan yang berorientasi pada kustomer atau customer centric, termasuk diantaranya layanan dari Aplikasi BRImo dan Raya yang semakin memudahkan nasabah.

“Dengan adanya fitur baru di Super Apps BRImo yaitu menu opening account Raya digital saving, diharapkan dapat memperluas experience untuk pengguna BRImo untuk menggunakan Raya digital saving,” ungkap Amam dalam keterangan resmi pada Rabu, 29 Juni 2022.

Amam mengungkapkan, bahwa sinergi ini merupakan bagian dari transformasi digital BRI Group yang mengacu pada blueprint BRIVolution 2.0. Lebih lanjut, konektivitas BRImo dengan Bank Raya semakin mempertegas BRImo sebagai platform financial super apps andalan yang telah memiliki lebih dari 100 fitur dan telah digunakan hingga 18 juta users.

“Kami terus berupaya menghadirkan layanan keuangan yang holistik bagi nasabah. Kerjasama ini menjadi salah satu upaya BRI Group untuk memudahkan nasabah dalam mengakses layanan perbankan hanya dengan satu genggaman saja,” terang Amam.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Raya Kaspar Situmorang menambahkan, Bank Raya masih akan melanjutkan untuk fokus membidik nasabah dari segmen gig economy atau pekerja informal. Kolaborasi ini menjadi langkah esensial bagi Bank Raya untuk menjaring nasabah dengan memanfaatkan jaringan BRI yang luas di BRImo.

“Fitur Raya digital saving pada Super Apps BRImo versi 2.21 kami rilis pada 31 Mei 2022 dan sudah terdapat 1.008 number of account yang terbentuk. Fitur ini cukup mudah untuk diakses, tinggal masuk ke launcher Raya digital saving pada menu Super Apps BRImo, langsung akan diarahkan ke website bukatabungan.bankraya.co.id dan secara otomatis akan mendapatkan kode referral BRIMO,” jelas Kaspar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI yang telah memberikan kesempatan kami agar Raya digital saving dapat memanfaatkan kekuatan jaringan yang dimiliki ekosistem BRI Group untuk memudahkan nasabah termasuk mereka yang bergerak dalam sektor gig economy melakukan pengelolaan keuangan sehari-hari,” lanjut Kaspar.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam surveinya mengungkap jumlah pelaku gig economy pada 2020 menembus 46,4 juta orang. Ditopang oleh transformasi digital yang menyeluruh, Kaspar kemudian optimistis Bank Raya bisa menjangkau dan melayani kebutuhan para pelaku gig economy di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Bank Raya untuk menjadi The Best Digital Bank by Becoming House of Fintech & Home for Gig Economy. Inovasi dan layanan, kata Kaspar, di Bank Raya telah disiapkan untuk memenuhi nasabah pada gig economy tersebut.

“Tujuan pengembangan fitur ini adalah untuk mempermudah nasabah untuk membuka tabungan melalui aplikasi secara online tanpa harus mengunjungi kantor cabang. Dengan membuka rekening Raya digital saving yang sudah menggunakan teknologi eKYC, nasabah dapat menabung tanpa saldo minimal, bebas biaya administrasi, dan dapat menikmati tingkat suku bunga yang kompetitif,” papar Kaspar.

Hingga saat ini, aplikasi Raya telah tembus 700 ribu-an NoA (number of account) dan diproyeksikan terus tumbuh. Transformasi digital Bank Raya pun memberikan implikasi positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Hal ini salah satunya tercermin dari penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) di Bank Raya yang telah mencapai Rp10,15 triliun pada kuartal I-2022 dengan Rasio CASA 45,20% terhadap DPK.

“Dengan adanya produk digital, diharapkan dapat meningkatkan porsi CASA secara bertahap dan meningkatkan user experience produk digital Bank Raya sebagai bank digital. Kolaborasi ini juga merupakan wujud nyata transformasi digital Bank Raya dan dukungan BRI sebagai perusahaan induk untuk terus mendukung pelaku UMKM di Indonesia serta mewujudkan visi Bank Raya menjadi The Best Digital Bank by Becoming House of Fintech & Home for Gig Economy,” tutup Kaspar. (*)