PTPN I
Penulis:Eva Pardiana

JAKARTA — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menilai perkebunan negara memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat. Peran tersebut, menurut dia, tidak berhenti pada produksi komoditas, tetapi mencakup penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi daerah, hingga penguatan kemandirian ekonomi nasional.
Pandangan itu disampaikan Ahmad Muzani saat menerima tim redaksi OneMagz, majalah internal PT Perkebunan Nusantara I (Persero), di Jakarta, Jumat (19/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi kehadiran OneMagz sebagai medium komunikasi yang membuka ruang bagi gagasan dan perspektif mengenai perkebunan serta kontribusinya bagi pembangunan nasional.
Menurut Ahmad Muzani, OneMagz dalam format e-magazine menunjukkan kreativitas tim komunikasi PTPN I dalam mengemas informasi perusahaan secara relevan, dinamis, dan mudah diakses. Keragaman rubrik dan materi yang disajikan dinilainya menjadi kekuatan, terutama karena memberikan ruang bagi internal perusahaan maupun pemangku kepentingan untuk menyampaikan pandangan mengenai perjalanan dan arah pengembangan PTPN I.
“Ruang opini seperti ini sangat baik karena memberikan informasi sekaligus pandangan yang lebih luas tentang PTPN I. Majalah internal tidak hanya menjadi media komunikasi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun pemikiran dan memperkuat pemahaman mengenai peran perusahaan,” ujar Ahmad Muzani.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Muzani turut menyampaikan opini berjudul “Perkebunan Negara, Denyut Nadi Ekonomi Bangsa” yang akan dimuat dalam OneMagz. Melalui tulisan tersebut, ia menempatkan perkebunan negara bukan sekadar sebagai entitas bisnis, melainkan bagian dari sejarah panjang pembangunan dan penguatan ekonomi Indonesia.
Ia menilai PTPN I memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan fungsi tersebut. Aset perkebunan yang tersebar di berbagai wilayah tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga menjadi sumber penghidupan masyarakat dan simpul aktivitas ekonomi di daerah.
“Di atas tanah yang dikelola, sesungguhnya kita tidak hanya menanam komoditas, tetapi juga menumbuhkan harapan, memperkuat ketahanan ekonomi, dan membangun masa depan Indonesia,” tulis Ahmad Muzani dalam opininya.
Dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis yang ditandai ketidakpastian geopolitik, perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, dan persaingan ekonomi global, Ahmad Muzani menekankan pentingnya memperkuat hilirisasi. Indonesia, menurut dia, tidak boleh terus bertumpu pada ekspor bahan mentah, tetapi harus mampu menciptakan nilai tambah sebesar-besarnya di dalam negeri.
Hilirisasi, kata dia, bukan semata strategi bisnis, melainkan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi. Pengolahan komoditas menjadi produk bernilai tambah akan memperluas kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan industri, meningkatkan penerimaan negara, dan memperbesar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Dalam konteks itu, PTPN I diharapkan mampu mengambil peran sebagai salah satu motor transformasi agribisnis nasional melalui penguatan industri pengolahan, pengembangan produk hilir, inovasi, serta pembangunan merek yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun global.
Namun, Ahmad Muzani mengingatkan bahwa keberhasilan perkebunan tidak semata-mata dapat diukur dari luas lahan, volume produksi, atau kinerja finansial. Ukuran yang lebih substansial adalah sejauh mana keberadaan perkebunan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pekerja, petani, pelaku UMKM, masyarakat sekitar, dan generasi muda.
Karena itu, masa depan perkebunan Indonesia harus dibangun dengan integritas, inovasi, semangat gotong royong, serta keberpihakan pada kepentingan rakyat. Perkebunan negara memiliki amanah untuk menjaga aset negara, menciptakan nilai, dan memastikan manfaat pembangunan mengalir lebih luas.
Di tengah transformasi tersebut, OneMagz diharapkan tidak sekadar menjadi media yang merekam aktivitas perusahaan. Lebih dari itu, majalah internal PTPN I dapat menjadi ruang yang mempertemukan informasi, gagasan, dan refleksi tentang perjalanan perusahaan dalam menjawab tantangan zaman.
Bagi Ahmad Muzani, perkebunan pada akhirnya adalah tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada komoditas. Dari hamparan kebun di berbagai penjuru Nusantara, Indonesia sedang menanam kemandirian, kesejahteraan, dan masa depan bangsa yang lebih kuat, berdaulat, dan bermartabat. (pn)