Monev Pendampingan Kader Aisyiyah di Pekon Podomoro dan Blitar Rejo

2026-10-04T07:30:52.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Pelaksanaan monev dibagi menjadi dua tim besar, yaitu Tim Podomoro berjumlah 10 Balita dan Tim Blitar Rejo berjumlah 20 Balita
Pelaksanaan monev dibagi menjadi dua tim besar, yaitu Tim Podomoro berjumlah 10 Balita dan Tim Blitar Rejo berjumlah 20 Balita

PRINGSEWU — Kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pendampingan oleh kader dalam program pemberian makanan tambahan (PMT) setiap hari dengan 3 kali konsumsi makan bergizi dilaksanakan selama 3 bulan (12 pekan) dan baru berlangsung selama 10 pekan, pendampingan balita dilaksanakan secara serentak oleh kader di dua wilayah, yaitu Pekon Podomoro dan Pekon Blitar Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung pada Sabtu (3/10).

Kegiatan monev ini melibatkan unsur Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Pringsewu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu, Dinas DP3AP2KB, puskesmas, pemerintah pekon, ahli gizi, erni faryana, kader podomoro, serta unsur mitra terkait. 

Pelaksanaan monev dibagi menjadi dua tim besar, yaitu Tim Podomoro berjumlah 10 Balita dan Tim Blitar Rejo berjumlah 20 Balita. Masing-masing tim kembali dibagi menjadi tiga kelompok untuk melakukan pemantauan secara langsung kepada penerima manfaat dan kader di lapangan. 

Monev di Pekon Podomoro

Tim monev di Pekon Podomoro dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok 1 dipimpin oleh Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah, Dra. Chairunnisa, M.Kes. Kelompok ini didampingi oleh Ahli Gizi Puskesmas Podomoro, Aan, Viny selaku koordinator kader, serta kader Pekon Podomoro. 

Kelompok 2 dipimpin oleh Ketua Majelis Kesehatan PWA Lampung, Tina Maulida, M.Kes., bersama Yenni Suryani, M.Pd., Kepala Pekon Podomoro, serta kader Pekon Podomoro. Sementara itu, Kelompok 3 dipimpin oleh Bidan Desa Erni, bersama kader. 

Dalam pelaksanaan monev di Pekon Podomoro dan Blitar mendapatkan pendampingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu yang dihadiri oleh Tri Nova Nurhayati.,SKM.,MM selaku Sub Koordinator Kasgagizi serta Dinas DP3AP2KB yang dihadiri oleh dr. Avi Risdyanti.
Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pendampingan oleh kader dengan kunjungan ke keluarga yang melakukan demo mengolah dan memasak menu bergzi dan dikonsumsi olek anak balita dampingan, kondisi penerima manfaat, serta pelaksanaan edukasi yang telah dilakukan selama program berlangsung. 

Monev di Pekon Blitar Rejo 

Sementara itu, pelaksanaan monev di Pekon Blitar Rejo juga dibagi menjadi tiga kelompok.
Kelompok 1 terdiri dari Diah Lestari Budiarti dari PP ‘Aisyiyah, ahli gizi, Suryani sebagai pendamping kader, serta kader Pekon Blitar Rejo. 

Kelompok 2 dipimpin oleh Kepala Dinas DP3AP2KB (dr. Avi Risdyanti), bersama PIC Program PMT, Ns. Rita Sari, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D., Kepala Puskesmas Blitar Rejo, Ibu Tuti, serta kader. 

Sedangkan Kelompok 3 dipimpin oleh tim dari PWA, yaitu Pristi Wahyu Diawati, SE., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Lampung Bidang Kesehatan, bersama Umi Kursiyati, M.Pd., Bapak Irsyad Fatoni, SH., anggota Komisi IV DPRD Pringsewu, serta kader Pekon Blitar Rejo. 

Monev Memperkuat Pendampingan Kader dan Penerima Manfaat 

Ketua PW Aisyiyah Lampung Prof Dr Hj Enizar mengatakan, "Pelaksanaan monev tidak hanya berfokus pada pemantauan hasil pemberian makanan tambahan, tetapi juga melihat proses pendampingan kader kepada keluarga penerima manfaat, edukasi ibu balita, praktik pengolahan dan pemberian makan pada anak, serta keberlanjutan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita".

Melalui kunjungan langsung ke lapangan diwilayah Blitar Rejo, tim dapat memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi kader maupun keluarga penerima manfaat. 

Hasil monev menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan selama 10 minggu anak2 balita dengan stunting 95% (19 Balita) mengalami kenaikan Berat badan hanya 5%(1Balita) stagnan. 

Sedangkan untuk wilayah Podomoro diperoleh data 60% (6 balita) mengalami kenaikan Berat Badan, 20% (2 Balita) stagnan dan 20% (2 Balita) mengalami penurunan Berat Badan karena sakit. Pelaporan tinggi badan di 10 pekan pendampingan diperoleh data 100% mengalami peningkatan Tinggi Badan di wilayah Blitar Rejo dan 90% mengalami peningkatan Tinggi Badan sedangkan 10% stagnan. Pendampingan akan dilanjutkan sampai tanggal 16 Oktober 2026.(*)