Lewat ICF 2026, PTPN I Dorong Cerutu Indonesia Tembus Pasar Global

Yunike Purnama - Sabtu, 03 Oktober 2026 18:16
Lewat ICF 2026, PTPN I Dorong Cerutu Indonesia Tembus Pasar GlobalMelalui Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026, PTPN I menjadikan Bali sebagai etalase produk cerutu sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada konsumen dan komunitas cerutu dari berbagai negara. (sumber: PTPN I (Persero))

DENPASAR — Bali tak hanya menjadi destinasi wisata dunia, tetapi juga membuka ruang strategis bagi PT Perkebunan Nusantara I (Persero) untuk membawa produk cerutu Indonesia lebih dekat ke pasar global. Melalui Indonesian Cigar Festival (ICF) 2026, PTPN I menjadikan Bali sebagai etalase produk cerutu sekaligus pintu masuk untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada konsumen dan komunitas cerutu dari berbagai negara.

Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I (Persero) Arif Budiman mengatakan karakter Bali sebagai destinasi wisata internasional memberikan peluang besar bagi produk cerutu PTPN I untuk menjangkau penikmat cerutu dari berbagai negara.

“ICF ini merupakan event bertaraf nasional dan sangat memungkinkan untuk berkembang menjadi event internasional. Ini menjadi momentum bagi PTPN I untuk memperkenalkan produk-produk cerutu dari Deli Nusantara maupun Golden Djawa,” kata Arif Budiman, Jumat (2/10/2026).

ICF 2026 dihadiri Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian RI Merianti P. Pintaria, Anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, Direktur Pemasaran & Aset Manajemen PTPN I Arif Budiman, perwakilan InterTabac, serta para pelaku industri cerutu dari berbagai daerah di Indonesia.

Festival tersebut menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran produk cerutu, forum bisnis, hingga pertemuan antarpelaku industri. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan itu menjadikan ICF tidak hanya sebagai ruang promosi produk, tetapi juga sebagai titik temu untuk memperluas jejaring dan membuka peluang bisnis industri cerutu Indonesia.

Menurut Arif, kehadiran Deli Nusantara dan Golden Djawa dalam festival tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN I memperkenalkan produk hilir perkebunan yang memiliki karakter dan identitas tersendiri kepada pasar yang lebih luas.

Deli Nusantara merupakan produk cerutu yang mengangkat kekayaan tembakau Deli, Sumatera Utara, yang secara historis dikenal sebagai salah satu tembakau berkualitas untuk industri cerutu. Sementara Golden Djawa merepresentasikan kekayaan tembakau Indonesia dari Jawa yang diolah menjadi produk cerutu dengan karakter khas.

Keduanya menjadi bagian dari portofolio produk hilir PTPN I yang tidak sekadar mengandalkan komoditas sebagai bahan baku, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah sekaligus membawa identitas perkebunan Indonesia lebih dekat kepada konsumen.

“Bali merupakan destinasi para wisatawan. Melalui event ICF ini, kami ingin memperkenalkan produk cerutu PTPN Group, khususnya PTPN I, kepada para penikmat cerutu yang datang ke Bali,” ujarnya.

Arif menilai tingginya mobilitas wisatawan mancanegara di Bali menciptakan ruang promosi yang berbeda bagi produk cerutu. Produk tidak hanya diperkenalkan kepada pasar domestik, tetapi juga langsung berhadapan dengan konsumen dan komunitas cerutu yang memiliki jejaring internasional.

Menurut dia, momentum tersebut penting bagi PTPN I untuk membuka pangsa pasar baru sekaligus membaca perkembangan selera konsumen. Kehadiran dalam festival cerutu juga menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan melalui produk bernilai tambah.

“PTPN I akan selalu berinovasi terkait produk-produk yang dibutuhkan dan sesuai dengan segmen pasar, sehingga ke depan dapat semakin diterima oleh konsumen,” katanya.

Arif mengatakan pengembangan produk cerutu ke depan tidak hanya bertumpu pada kualitas bahan baku, tetapi juga konsistensi mutu, inovasi, kemasan, penguatan merek, serta kemampuan perusahaan memahami karakter pasar.

ICF 2026 mempertemukan sejumlah produsen dan komunitas cerutu dari berbagai daerah di Indonesia. Selain PTPN I yang membawa dua produk unggulan dari Deli Serdang, Sumatera Utara, dan Golden Djawa dari Jember, Jawa Timur, festival ini juga diikuti Dos Hermanos dari Kudus, Jawa Tengah, Taru Martani dari Yogyakarta, serta PT Basuki Raya Cigar dari Jember, Jawa Timur.

Ketua Pelaksana ICF 2026 Opa Ewin mengatakan Bali memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan cerutu Indonesia kepada pasar internasional. Karakter Bali sebagai destinasi wisata dengan basis wisatawan mancanegara dinilai dapat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemasaran cerutu nasional.

“Kami melihat peluang Bali ini bagus karena pariwisatanya high class. Dari Bali, produk Indonesia memiliki peluang untuk dikenal lebih luas,” ujarnya.

Menurut Opa Ewin, industri cerutu juga memiliki kontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa industri tembakau dan cerutu memiliki ekosistem ekonomi yang luas, mulai dari petani hingga produsen dan pasar.

Di tengah terbukanya peluang pasar global, penguatan produk cerutu nasional dinilai tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku. Konsistensi kualitas, inovasi produk, penguatan merek, serta kemampuan membaca karakter konsumen menjadi faktor penting dalam membangun daya saing.

Bagi PTPN I, ICF 2026 menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menguji respons pasar terhadap produk cerutu yang dikembangkan perusahaan. Bali menjadi titik temu antara kekayaan tembakau Indonesia, produk hilir perkebunan, dan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

“Kami berharap event ini terus berlanjut. Ini merupakan event pertama di Bali dan di Indonesia. Mudah-mudahan berkelanjutan sehingga semakin banyak produk yang bisa kami kembangkan,” kata Arif.

Melalui momentum tersebut, PTPN I berupaya membawa cerutu sebagai produk hilir perkebunan Indonesia yang tidak berhenti pada pasar domestik. Dari Bali, perusahaan melihat peluang untuk memperluas pengenalan Deli Nusantara dan Golden Djawa sekaligus membuka jalan bagi produk cerutu Indonesia memasuki pasar yang lebih luas. (*)

Tags PTPN I (Persero)Bagikan
Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel
‌‌
‌‌

RELATED NEWS