Aksi Nyata Aisyiyah Lampung Dampingi Keluarga Balita Stunting di Pringsewu

Yunike Purnama - Sabtu, 11 Juli 2026 18:06
Aksi Nyata Aisyiyah Lampung Dampingi Keluarga Balita Stunting di PringsewuKader Dampingi Keluarga Balita Stunting, PP 'Aisyiyah Bersama PW 'Aisyiyah Lampung Wujudkan Pendampingan Berbasis Komunitas. (sumber: Ist)

PRINGSEWU - Setelah memperoleh penguatan kapasitas melalui Pelatihan Kader Pendamping Gizi pada hari pertama, kader binaan Majelis Kesehatan PP 'Aisyiyah langsung mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui kegiatan edukasi, motivasi, dan pendampingan keluarga penerima manfaat di Pekon Podomoro dan Pekon Blitar Rejo, Kabupaten Pringsewu, Jumat (10/7).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pendampingan kader yang diselenggarakan oleh Majelis Kesehatan PP 'Aisyiyah bekerja sama dengan PW 'Aisyiyah Lampung, PDA Pringsewu Lampung, Dinas Kesehatan Kabupaten Pringsewu Lampung, Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI), LAZISMU, YAICI (Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia), serta RSIAA (Rumah Sehat Ibu dan Anak 'Aisyiyah) sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam percepatan penurunan stunting.

Pendampingan lapangan masih didampingi oleh Majelis Kesehatan PP 'Aisyiyah, Dra. Chairunnisa, M.Kes., bersama Wakil Ketua PW 'Aisyiyah Lampung Bidang Kesehatan, Pristi Wahyudiawati, S.E., Ketua PDA Pringsewu Lampung, Yenni Irma Suryani, S.Pd., Ketua Majelis Kesehatan PW 'Aisyiyah Lampung, Tina Maulida, S.K.M., M.Kes., serta PIC Program, Ns. Rita Sari, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D.

Kegiatan pendampingan diawali di Pekon Podomoro, yang tercatat memiliki 11 balita dengan kondisi stunting. Selanjutnya, tim melanjutkan pendampingan di Pekon Blitar Rejo, dengan jumlah 24 balita stunting yang menjadi sasaran program. Pada kedua lokasi tersebut, kader melakukan kunjungan langsung ke rumah-rumah keluarga penerima manfaat untuk membangun hubungan yang baik, memberikan motivasi, serta menyampaikan edukasi mengenai pemenuhan gizi, pola asuh, dan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak.

Dalam kesempatan tersebut, Dra. Chairunnisa, M.Kes. menegaskan bahwa keberhasilan program penurunan stunting sangat ditentukan oleh kualitas pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Pendampingan tidak berhenti pada penyampaian informasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun kepercayaan keluarga sehingga mereka merasa didampingi, didengar, dan termotivasi untuk bersama-sama memperbaiki pola pengasuhan serta pemenuhan gizi anak. Kader memiliki peran yang sangat strategis dalam proses ini," ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Pristi Wahyudiawati, S.E. menyampaikan bahwa pendekatan yang dilakukan Aisyiyah menitikberatkan pada pemberdayaan keluarga melalui komunikasi yang humanis dan penuh empati.

"Kader hadir bukan untuk menghakimi, tetapi menjadi sahabat bagi keluarga. Melalui pendekatan yang persuasif dan penuh kepedulian, kami berharap keluarga semakin termotivasi untuk menerapkan pola hidup sehat dan memberikan asupan gizi yang lebih baik bagi anak-anak mereka," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDA Pringsewu Lampung, Yenni Irma Suryani, S.Pd., mengapresiasi semangat para kader yang terlibat dalam program pendampingan.

"Kami bersyukur kader menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendampingi keluarga. Semoga pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan status gizi anak serta menurunkan angka stunting di wilayah Pringsewu," tuturnya.

Sebanyak 12 kader dan pendamping kader hadir dalam kegiatan ini untuk melaksanakan edukasi, memberikan motivasi, serta membangun trust dengan keluarga yang memiliki balita stunting. Pendekatan berbasis keluarga tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterbukaan masyarakat sehingga proses pendampingan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Pringsewu. Sebanyak 19 mahasiswa Profesi Ners Kelompok Blitar Rejo, di bawah bimbingan Ns. Janu Purwono, M.Kes., turut berpartisipasi dalam pelaksanaan pendampingan melalui edukasi kesehatan, observasi kondisi keluarga, serta pendampingan kader di lapangan. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis komunitas sekaligus pengabdian kepada masyarakat.

PIC Program, Ns. Rita Sari, M.Kep., Sp.Kep.MB., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari proses pendampingan yang akan dilakukan secara berkesinambungan.

"Pendampingan keluarga membutuhkan komitmen jangka panjang. Melalui kolaborasi antara PP 'Aisyiyah, PW 'Aisyiyah Lampung, PDA Pringsewu, pemerintah daerah, perguruan tinggi, kader, dan masyarakat, kami berharap tercipta perubahan perilaku yang berkelanjutan sehingga keluarga semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan gizi anak dan mewujudkan generasi yang sehat serta bebas stunting," jelas Rita Sari.

Melalui kegiatan ini, Aisyiyah kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas. (*)

Yunike Purnama

Yunike Purnama

Lihat semua artikel

RELATED NEWS