Kinerja Keuangan Antam (ANTM) EBITDA Capai Rp3,74 Triliun

2022-09-16T19:44:28.000Z

Penulis:Yunike Purnama

Editor:Yunike Purnama

Kinerja keuangan ANTAM yang solid tercermin dan capaian Eamings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp3,74 triliun.
Kinerja keuangan ANTAM yang solid tercermin dan capaian Eamings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp3,74 triliun.

JAKARTA - PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk mengumumkan, bahwa perusahaan memaparkan kinerja keuangan dan operasi Perusahaan terkini dalam Public Expose Live 2022 yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 16 September 2022.

Pubik Expose Live 2022 dihadiri oleh Direksi ANTAM serta dukuti oleh peserta yang berasal dari lembaga sekuritas, analis, para investor dan masyarakat umum. Keikutsertaan ANTAM dalam Public Expose Live 2022 merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga kualitas pengungkapan keterbukaan informasi terkini bagi investor untuk mengetahui perkembangan kinerja bisnis dan strategi pengembangan ANTAM sebagai faktor utama dalam melakukan investasi.

Dalam Pubikc Expose Live 2022, Manajemen menyampakan update kinerja keuangan dan kinerja operasi sepanjang periode enam bulan pertama tahun 2022 (Januari – Juni 2022).

“Di tengah kondisi perekonomian dan geopolitik global serta dinamika kondisi kebijakan penanganan pandemi Covid-19 di kawasan Asia Timur sepanjang periode triwulan kedua tahun 2022 (April – Juni 2022), ANTAM berfokus untuk mengimplementasikan kebijakan strategis dalam pengelolaan biaya yang tepat dan efisien, dengan tetap menjaga kestabilan tingkat produksi dan upaya perluasan basis pasar penjualan komoditas utama,“kata Direktur Pengembangan Usaha Antam, Dolok R Silaban.

Kinerja keuangan ANTAM yang solid tercermin dan capaian Eamings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar Rp3,74 triliun, tumbuh 5096 jika dibandingkan capaian EBITDA periode enam bulan pertama tahun 2021 (Januari-Juni 2021) sebesar Rp249 triliun.

Sepanjang periode 1H22, ANTAM mencatatkan nilai penjualan sebesar Rp18,77 trliiun, tumbuh 996 jika dibandingkan penjualan pada periode 1H21 sebesar Rp17,28 triliun. Di tengah tantangan dan kenaikan biaya energi, bahan baku, jasa pengangkutan serta jasa pengapalan komoditas pertambangan, pada 1H22 capaian laba kotor ANTAM tercatat sebesar Rp4,03 triliun, tumbuh 27 % year over year (YoY) jika dibandingkan laba kotor 1H21 sebesar Rp3,17 triliun.

Sepanjang periode 1H22, Perusahaan membukukan laba usaha sebesar Rp1,46 triliun dan total penghasilan lain-lain, bersih sebesar Rp748,62 miliar. 

Laba bersih periode berjalan ANTAM pada 1H22 mencapai Rp1,53 triliun, tumbuh 32%YoY dari laba periode berjalan pada 1H21 sebesar Rp1,16 triliun. Pada akhir periode 1H22, ANTAM secara konsisten mampu menjaga soliditas struktur keuangan yang tercermin dan tingkat kas dan setara kas sebesar Rp3,23 triliun.

Pada 1H22 ANTAM mencatatkan kesinambungan kinerja produksi dan penjualan. Pada periode 1H22, produk emas menjadi kontributor terbesar penjualan dengan proporsi 65% terhadap total penjualan ANTAM dengan nilai penjualan sebesar Rp12,28 triliun. Tercatat pada 1H22 volume penjualan logam emas mencapas 13,47 ton, tumbuh jika dibandingkan capaian penjualan pada 1H21 sebesar 13,34 ton. 

“Dan produksi logam emas yang berasal dari tambang perusahaan mencapai 673 Kg. Guna meningkatkan kualitas layanan yang prima penjualan emas kepada para pelanggan, ANTAM menerapkan mekanisme penjualan emas secara online melalui website resmi, serta melaiui platform marketplace Tokopedia, Shopee dan TikTok Shop,” sebutnya. (*)